Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Liga 2

Gagal Kalahkan PSCS, Langkah Persijap Semakin Berat

Persijap
Pemain Persijap mendapatkan hadangan dari pemain PSCS Cilacap. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara- Peluang Persijap Jepara untuk lolos ke babak 8 besar semakin berat, setelah gagal mengalahkan PSCS Cilacap. Pada pertandingan Liga 2 di di Stadion Manahan, Solo, Selasa (23/11/2021) mereka hanya meraih hasil imbang 1-1.

Persijap tertinggal lebih dulu lewat gol M Afrizan pada menit ke-68. Namun beruntung mereka masih bisa menyamakan skor lewat gol cantik Dody Alfayed pada menit ke-77. Gelandan Persijap ini melepaskan tendangan jarak jauh terarah dari luar kotak pinalti.

Pada babak pertama, para pemain Persijap terlihat keteteran menghadapi serangan-serangan PSCS Cilacap. Mereka terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Permainan keras dari PSCS Cilacap yang berhasil memancing pemain Laskar Kalinyamat untuk ikut bermain keras.

Permainan keras itu terbukti dengan munculnya enam kartu kuning dari wasit yang memimpin pertandingan. Masing-masing diterimakan kepada pemain dari dua tim yang bertanding.

BACA JUGA: Persijap Wajib Curi Tiga Poin dari PSCS Cilacap Jika Ingin Lolos

Pelatih Persijap, Jaya Hartono mengakui bahwa anak asuhnya tak bisa mengembangkan permainan sejak babak pertama. Alasannya, Jaya tidak menggunakan formasi yang biasanya ia jalankan.

“Pada babak pertama tadi memang kami tidak bisa mengembangkan permainan. Karena kami memakai (formasi, red) 3-4-1-2. Ini pola yang dalam latihan kita jalankan,” kata Jaya saat konferensi pers melalui Zoom, Selasa (23/11/2021).

Jaya terpaksa menggunakan pola tersebut karena ada beberapa pemain inti Persijap yang tidak bisa bermain. Sehingga, Jaya merombak seluruh skema permainan timnya. Situasi di lapangan tidak seperti yang diharapkan.

“Tapi begitu 15-20 menit tidak berkembang. Tapi justru buruk bagi kita. Akhirnya saya merubah lagi. Dengan pola 4-2-3-1. Akhirnya kita bisa menutupi kekurangan-kekurangan kita di awal-awal tadi,” jelas Jaya.

Para pemain Persijap juga terlihat sangat tak bisa bermain dengan tenang. Soal ini, lagi-lagi Jaya beralasan bahwa para pemainnya masih muda, tidak bisa bermasin stabil dan konsisten.

“Kalau ada tekanan, mereka secara mental mereka belum kuat. Tapi, kalau mereka diberi keleluasaan oleh lawan, mungkin mereka akan bermain lebih baik lagi. Tapi tadi mereka (PSCS, red) pressing kita di atas. Sehingga kita kesulitan untuk mengembangkan permainan,” ucap Jaya.

Memasuki babak kedua, para pemain Persijap terlihat mulai bisa mengembangkan permainan. Bahkan, menurut Jaya, Persijap justru bisa lebih menyerang. Bahkan sejak berhasil menyamakan skor, para pemainnya berhasil menekan PSCS Cilacap.

“Tapi saya rasa ini hasil yang maksimal bagi kedua tim,” tambah Jaya Hartono lagi.

Hasil imbang ini bisa dikatakan merugikan Persijap yang berambisi masuk ke babak 8 besar. Sebab, saat ini Persijap masih tak bisa beranjak dari klasmen sementara dengan koleksi 12 poin di posisi ke empat. Sedangkan PSCS Cilacap masih di posisi ke-3 dengan torehan 13 poin.

Situasi ini justru menguntungkan PSIM Jogyakarta yang baru akan bertanding melawan PSG Pati, Rabu (24/11/2021). PSIM memiliki nilai sama 13 dengan perolehan PSCS Cilacap. Jika mereka menang dari PSG Pati, maka peluang mereka akan menjadi lebih terbuka.

Bila PSIM menang melawan PSG Pati, maka langkah Persijap untuk bisa melangkah ke babak selanjutnya akan langsung tertutup. Sebab perolehan PSIM Jogytakarta tidak akan bisa terkejar mereka. Hasil imbang Persijap Vs PSCS juga memastikan Persis Solo lolos ke babak berikutnya, karena poin mereka 17 sudah tak terkejar lagi.

“Saya rasa ada beberpa tim yang berpeluang untuk masuk. Persijap Jepara juga masih terbuka peluangnya untuk babak berikutnya,” pungkas Jaya.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Budi erje

Comments
Loading...