Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Buruh Jepara Ancam Turun Aksi Lagi, Ini Alasannya

Puluhan buruh menggelar aksi di depan kantor Buupati Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Sejumlah serikat buruh di Kabupaten Jepara akan terus menggelar aksi-aksi jika tuntutan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang mereka usulkan tak diterima pemerintah.

Rencananya, dua hari mendatang akan ada aksi besar-besaran penolakan kenaikan UMK Jepara yang diusulkan oleh Dewan Pengupahan hanya senilai Rp 1.403.

Setelah hari ini Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menggeruduk kantor bupati, pada hari Kamis (25/11/2021) nanti akan ada masa lebih banyak lagi yang melakukan aksi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara.

Baca: Hasil Hitung Dewan Pengupahan, UMK Jepara Hanya Naik Rp 1.403

Triyono, salah satu koordinator aksi dari SPSI, mengatakan akan melakukan audiensi lagi dengan DPRD. Harapannya, para wakil rakyat bisa membantu buruh untuk mendapatkan hak upah yang layak.

“Hari kamis kita ada audiensi lagi dengan DPRD. Apa yang kita lakukan hari ini bukan tidak ada hasil. Tapi ini bentuk perjuangan kita,” kata Triyono usai melakukan audiensi dengan Asistes 1 Bupati Jepara, Dwi Riyanto.

Dalam audiensi itu, ujar Triyono, pihaknya mengusulkan tiga hal. Yaitu buruh menuntut adanya kenaikan UMK sebesar Rp 56 ribu. Kemudian, buruh juga mengajukan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggunakan UMK secara sektoral.

Baca: Geruduk Kantor Bupati, Buruh Jepara Tolak Kenaikan UMK Rp 1.403

Lalu, Triyono juga meminta agar bupati melayangkan surat kepada perusahaan-perusahaan untuk memberikan tambahan biaya bagi buruh. Yaitu biaya untuk membeli perlengkapan protokol kesehatan seperti masker atau hand sanitizer.

“Jadi kita masih punya PR (Pekerjaan Rumah, red) untuk bernegosiasi dengan perusahaan terkait biaya itu. Berapa kemampuan perusahan,” jelas Triyono.

Menanggapi tuntutan para buruh, Dwi Riyanto mengatakan akan menyampaikan hasil audiensi tersebut kepada bupati Jepara. Terkait dengan permintaan penyuratan kepada perusahaan, Dwi mengaku akan mengupayakannya.

“Semua hasil audiensi ini akan kami sampaiakan ke pak bupati. Tentu beliau bisa memahami kegelisahan para buruh,” kata Dwi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...