Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pilkades Antarwaktu Desa Jekulo Dimenangkan Anif Zjuhri

Pilkades Antarwaktu Desa Jekulo Dimenangkan Anif Zjuhri
Perhitungan suara Pilkades Antarwaktu Desa Jekulo di Balai Desa Jekulo. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Pemilihan Kepala Desa atau Pilkades Antarwaktu Desa Jekulo, Selasa (23/11/2021) dimenangkan Anif Zjuhri. Ia mengungguli, Iswandi dan Sri Ismoyowati.

Anif berhasil mengantongi 125 suara dalam pemilihan itu dari 221 suara hak pilih. Sementara, Iswandi menempel di urustan kedua dengan perolehan 90 suara. Sedangkan Sri Ismoyowati hanya memperoleh tiga suara. Kemudian, tiga suara lainnya tidak sah.

Dengan hasil itu, Anif nantinya akan memimpin Desa Jekulo untuk masa periode 2022 – 2025. Dia pun telah ditetapkan sebagai calon kepala desa terpilih.

Anif Zjuhri calon kepala desa terpilih di Desa Jekulo (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Dari pantuan MURIANEWS, Pilkades Antarwaktu Desa Jekulo berjalan kondusif. Usai pemilihan dan ditetapkan sebagai calon kades terpilih, Anif langsung diarak menuju kediamannya yang tak jauh dari balai desa.

Anif mengatakan, siap menjawab amanah yang dipercayakan warga Desa Jekulo pada dirinya. Ia pun akan melanjutkan program-program yang dicanangkan dari pemerintah desa sebelumnya. Salah satu programnya, yakni meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Jekulo.

“Program kami, misi kemanusiaan dan kesejahteraan. Artinya ingin meningkatkan perekonomian masyarakat, karena masih ditemukan perekonomian warga yang masih dibawah rata-rata. Lewat edukasi dan penyaluran pelatihan dengan dinas terkait nantinya cara untuk meningkatkan perekonomian,” katanya, Selasa (23/11/2021).

Pihaknya berharap, sejumlah perangkat dan pegawai desa bisa selalu bersinergi untuk memajukan Desa Jekulo.

Sementara Iswandi, bakal calon kalah mengaku menerima kekalahan dengan lapang dada. Menurutnya, mengabdi kepada masyarakat bukan saja hanya lewat pemerintahan desa saja.

“Yang namanya kompetisi ada yang menang ada yang kalah. Mungkin bukan pada tempatnya saya mengabdi di desa, di masyarakat sekitar saya kira lebih tepat untuk tempat mengabdi,” ungkapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...