Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ini Arahan Lengkap Jokowi Jelang Nataru

Presiden Jokowi memberikan arahan jelang Libur Nataru dan Penerapan PPKM Level 3
Presiden Joko Widodo. (YouTube Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Jakarta – Presiden Jokowi memberikan arahan dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya rencana penerapan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia.

Dalam rapat terbatas di Istana Negara, Senin (22/11/2021), Jokowi awalnya menyampaikan hasil evaluasi mingguan pelaksanaan PPKM. Di mana, dalam tren terakhir, kasus aktif Covid-19 menurun.

“Dalam tren terakhir kasus aktivitas menurun 892 kasus dari 9018 kasus di 14 November 2021 menjadi 8126 kasus di 21 November 2021. Untuk penambahan kasus baru rata-rata 362 kasus di Indonesia setiap harinya,” katanya dikutip MURIANEWS dari YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga:PPKM Level 3, Pemerintah Larang Pesta Tahun Baru

“Dan kita sebentar lagi juga akan masuk ke libur natal-tahun baru, yang kita tahu pada saat ini kasus Covid di Eropa semuanya naik. Oleh sebab itu ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan,” lanjut Jokowi.

Pada arahan pertama, Jokowi meminta seluruh kementerian dan lembaga berada di frekuensi yang sama dalam menghadapi bulan Desember 2021.

Jokowi meminta agar kementerian dan lembaga tidak terjebak pada ego sektoral. “Utamakan Kerjasama, utamakan koordinasi, sehingga kelihatan bahwa kita memiliki frekuensi yang sama,” ujar Jokowi.

Kedua, Jokowi mengingatkan soal kegiatan KTT G20 yang diselenggarakan di Indonesia.

“Saya minta secara detil nanti didampingi dari Satgas kedatangan delegasi di bandara di hotel dan di lingkungan Hotel atau Resort sampai ke venue-venue ini penting sekali,” katanya.

Kemudian, mengenai rencana penerapan PPKM Level 3, di seluruh Indonesia pada saat Natal dan Tahun Baru. Jokowi meminta agar kebijakan itu dikomunikasi dan disosialisasikan dengan baik pada masyarakat.

“Sampaikan mengenai perkembangan kasus-kasus. Kenaikan kasus yang ada di Eropa. Ini penting sekali sebagai sebuah background dari keputusan yang akan kita ambil,” katanya.

Jokowi menyebut, ada beberapa yang menolak pemberlakuan PPKM Level 3 ini karena memang menginginkan situasi menjadi normal kembali.

Baca juga: Soal Status PPKM Level 3 saat Nataru, Jateng Tunggu SE Mendagri

“Tapi kita harus ingat bahwa apapun, utamanya ini pariwisata di Bali memang terdampak paling dalam. Tetapi juga perlu dijelaskan bahwa apabila situasi tidak terkendali justru akan memukul balik ekonomi dan pariwisata kita apalagi sekali kita akan menjadi tuan rumah 150 meeting yang ada di G-20,” lanjut Jokowi.

Jokowi pun meminta intervensi di lapangan ini benar-benar terus dilakukan oleh Satgas terhadap event-event yang ada.

Kemudian, yang keempat Jokowi mengingatkan Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk menyeimbangkan betul-betul gas dan rem, sehingga momentum untuk pertumbuhan perekonomian bisa terjaga.

“Gubernur Bupati dan Walikota untuk menyeimbangkan betul-betul gas dan rem, sehingga kita bisa mempertahankan momentum untuk tumbuh positif,” katanya.

“Kita tahu di kuartal kedua tumbuh 7,0 tujuh persen. Di kuartal ketiga tumbuh 3,51 persen dan kita harapkan di Kuartal keempat ini lebih baik dari Kuartal yang ke-3,” imbuhnya.

Selanjutnya, Jokowi minta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk melakukan langkah-langkah antisipasi guna memastikan kesiapan rumah sakit.

Itu dilakukan sebagai upaya antisipasi, apabila terjadi lonjakan pasien sakit selama akhir-akhir Desember dan awal Januari 2022. Selain itu, Jokowi juga meminta pemetaan situasi, terutama di daerah yang berpotensi kasusnya meningkat.

Terakhir, Jokowi meminta agar target vaksinasi sebesar 70% bisa dicapai pada akhir 2021 ini. Untuk mencapai target itu, Jokowi meminta agar pihak-pihak terkait lebih proaktif jemput bola.

“Saya minta proaktif jemput bola dan juga datangi masyarakat. Saya minta back up dari TNI dan Polri utamanya untuk yang lansia betul-betul dilakukan,” tuturnya.

“Saya melihat door-to-door yang dilakukan oleh BIN juga baik karena yang diambil, yang divaksin adalah lansia. Pemerintah daerah yang masih rendah vaksinasinya agar diberikan bantuan secara khusus,” katanya.

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...