Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja Rendah

Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja Rendah
Ilustrasi partisipasi perempuan di dunia kerja.(MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebut partisipasi perempuan di dunia kerja rendah. Ada sejumlah unsur yang sebabkan partisipasi perempuan di dunia kerja rendah.

Dalam Focus Group Discussion yang diselenggarakan Kemenaker di Hotel Griptha Kudus, Senini (22/11/2021), Staf Khusus Menaker RI, Hindun Anisah mengarakan saat ini partisipasi perempuan hanya 53 persen saja. Sementara, kaum lelaki hampir mendominasi hingga 82 persen jumlahnya.

Kurangnya partisipasi perempuan itu, lanjut Hindun, tak sepenuhnya kesalahan dari kaum wanita. Stigma-stigma yang berkembang di masyarakat juga menjadi faktor yang kuat memengaruhi itu.

“Saya kira salah satunya adalah terkait adanya budaya dan pandangan masyarakat ya. Kita masih mendengar perlukah perempuan bekerja dan sebagainya di masyarakat,” kata dia usai acara pada MURIANEWS.

Pandangan itu, lanjut Hindun, harusnya bisa jadi tantangan bagi para perempuan untuk membuktikan diri di dunia kerja. Apalagi, di angka kemiskinan menunjukkan bahwa kaum wanita lebih mendominasi daripada kaum pria.

Baca juga: Kemenaker Dorong Kesetaraan Bagi Wanita di Dunia Kerja

Pihak kementerian sendiri, telah menyiapkan sejumlah program untuk membantu para kaum wanita untuk lebih berdikari lagi. Mulai dari pengembangan kualitas hingga pemberian tambah penghasilan bagi kaum wanita.

“Kami memberikan tambahan penghasilan bagi perempuan dengan progam perluasan kesempatan kerja. Ini bagi perempuan yang ingin berwirausaha,” pungkasnya.

Pihak kementerian juga turut mendorong kesetaraan upah bagi kaum wanita dalam berbagai sektor pekerjaan. Walau memang, partisipasi wanita di bidang dunia pekerjaan masih tergolong rendah.

Selain itu juga diharapkan tak ada lagi kesenjangan jabatan untuk kaum wanita. Selama ini sendiri, pihak kementerian menemui banyaknya wanita yang bekerja hanya pada golongan yang rendah saja.

Sehingga berdampak pada temuan banyaknya wanita masuk ke kategori kurang mampu karena pemasukan dari pekerjaannya sedikit.

“Kami harapkan perempuan tidak hanya menduduki kedudukan yang bawah ke menengah saja, namun ketika mereka berkompetensi harusnya bisa menduduki di jabatan yang lebih baik lagi,” pungkas Hindun.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...