Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Manfaatkan Sampah Organik, SMAN 1 Jakenan Buat Rumah Kompos

Kepala Selolah SMAN 1 Jakenan saat memberikan pupuk kompos Subur 35 kepada Camat Jakenan (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Prihatin dengan keberadaan sampah yang berserakan, membuat SMAN 1 Jakenan berinisiatif untuk membuat rumah kompos. Rumah tersebut adalah tempat pengolahan limbah organik yang kemudian dikonversi menjadi pupuk tabur.

Kepala SMAN 1 Jakenan Wiyarso mengatakan, pembuatan rumah kompos ini sudah berjalan sejak setahun terakhir. Bahkan pupuk kompos itu sudah dilakukan uji laboratorium di Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) Pati dengan hasil layak digunakan.

“Sebenarnya kami merintis ini sudah setahun lalu. Tetapi baru hari ini kami resmikan, termasuk untuk penjualannya juga mulai kami buka,” katanya, Senin (22/11/2021).

Baca: Di TPA Bandengan Jepara, Tinja Kiriman Warga Diolah Jadi Kompos

Dia menjelaskan, untuk bahan baku sementara masih mengambil sampah dari lingkungan sekolah. Kemudian ada juga sampah dari penjual sari tebu yang kemudian dicampurkan dengan limbah organik lainnya.

Dalam proses pembuatannya, rumah kompos ini juga melibatkan siswa, petugas kebersihan, dan sejumlah guru. Sehingga apabila SDM sudah mampuni, ke depan bisa melebarkan sayap.

“Untuk saat ini memang masih sampah di sekitar sekolahan. Tapi nanti kalau sudah besar, bisa juga mengambil sampah dari lingkungan sekitar,” imbuhnya.

Kompos itu, lanjutnya, bahkan sudah dilakukan uji kelayakan dengan demplot tanaman mangga. Hasilnya justru lebih bagus dibandingkan dengan pupuk kompos yang lain. Apalagi, prosesnya memang melakukan penelitian mendalam bersama dengan Balingtan.

Baca: WOW! Kades di Kudus Olah Sampah Plastik Jadi BBM

“Hasil dari demlot, seperti buah mangga yang kami sajikan, ini adalah hasil dari pemupukan kompos. Dari rasanya juga enak, termasuk pertumbuhan tanaman juga cepat,” ungkapnya.

Hingga saat ini, dari proses pengolahan kompos itu juga sudah ada yang dijual. Bahkan sudah ada pembibit tanaman yang sudah bekerjasama untuk membeli pupuk kompos dengan merek Subur 35.

“Dari sekolah lain juga ada yang sudah beli, guru dan lain sebagainya. Semoga kedepan semakin maju sehingga bisa menampung limbah organik untuk kami jadikan kompos,” tutupnya.

 

Penulis: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...