Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kudus Kebut Pembahasan APBD 2022

Kudus Kebut Pembahasan APBD 2022
Bupati Kudus saat membacakan nota keuangan RAPBD 2022 di Sidang Paripurna, Senin (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2022 Kabupaten Kudus terus dikebut. Pemkab dan DPRD Kudus menggelar tiga kali sidang paripurna.

Adapun agenda sidang paripurna itu adalah, penjelasan Bupati terkait nota keuangan RAPBD 2022, Pandangan fraksi-fraksi, dan jawaban bupati atas fraksi-fraksi. Semua dilaksanakan dilaksanakan hari Senin (22/11/2021) ini.

“Kami sudah jelaskan nota keuangan RAPBD 2022 ke DPRD, nanti akan dilanjutkan ke pandangan fraksi dan jawaban kami, semua dilakukan satu hari ini,” kata Bupati Kudus HM Hartopo usai sidang paripurna di DPRD Kudus, pada MURIANEWS.

Baca juga: APBD Kudus 2022 Kembali Diprioritaskan untuk Covid-19

Hartopo mengatakan, Kudus memang punya waktu yang mepet untuk pembahasan APBD 2022 ini, sehingga harus benar-benar dikebut. Namun tetap sesuai prosedur yang ada.

“Soalnya tanggal 30 bulan ini harus selesai. Pokoknya sebelum itu harus selesai,” imbuh Hartopo.

Dalam RAPBD 2022 ini, pihaknya belum berani menganggarkan banyak hal di luar kepentingan Covid-19. Mengingat tidak ada yang tau kapan pandemi akan segera berakhir.

“Sehingga tetap akan kami anggarkan dan tentunya itu untuk prioritas,” kata Hartopo.

Walau demikian, pihaknya juga akan menganggarkan perawatan dan pembangunan infrastruktur yang mendesak untuk diadakan. Seperti perbaikan jalan dan kebutuhan infrastruktur lainnya.

Pemkab sendiri, imbuh dia, masih berharap PMK 206 terkait pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Temabakau (DBHCHT) bisa luwes bagi Kudus. Terutama untuk pembangunan-pembangunan infrastruktur di Kota Kretek.

Dalam RAPBD 2022 mendatang, pendapatan daerah Kabupaten Kudus Diproyeksikan sebesar Rp 1,6 triliun. Dengan rincian, pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp 1,1 triliun. Sumbernya adalah dari dana perimbangan, dana insentif daerah, dan dana desa.

Kemudian pendapatan lainnya adalah dari pendapatan transfer antar daerah diproyeksikan sebesar Rp 140,5 miliar.

Sementara untuk rancangan belanja daerah pada RAPBD 2022 mendatang adalah sebesar Rp 1,7 triliun. Rinciannya Rp 1,3 triliun untuk belanja operasional, Rp 158,7 miliar untuk belanka modal.

Kemudian untuk belanja tak terduga dianggarkan sebesar Rp 14,8 miliar, dan belanja transfer adalah sebesar Rp 264,4 miliar.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...