Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

METRO SULSEL

Pelajar SMP di Sulsel Diduga Diancam Oknum Polisi dengan Pistol

Ilustrasi.

MURIANEWS, Makassar – Seorang oknum anggota polisi berpangkat Brigadir dua yang bertugas di Reserse Mobile (Resmob) Polsek Bontoala, Makassar diduga melakukan pengancaman kepada seorang pelajar SMP.

Ironisnya, pengancaman tersebut dilakukan dengan menggunakan senjata api yang ditodongkan ke kepala korban.

Aksi tersebut terjadi pada Kamis (18/11/2021) malam sekitar pukul 20.00 WITA di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kejadian tersebut berawal saat pelajar SMP berinisial AY (13) itu melintas di Desa Mamminasae sambil berteriak-teriak.

Baca: Curi dan Jual Motor di Medsos, Dua Pelajar SMP di Wonogiri Diringkus Polisi

Tanpa diketahui, ternyata ia diikuti seseorang. Sekitar 300 meter dari lokasi awal, orang tersebut mencegat AY kemudian mengeluarkan senjata apinya.

“Waktu itu anak saya ditahan di situ, lalu ditendang lututnya dan ditodongkan pistol kepalanya,” kata ayah korban, Andi Tenri Senin (22/11/2021) seperti dikutip CNN Indonesia.

Andi menyebut anaknya ketakutan karena diancam dengan senjata hingga anaknya buang air besar di celana.

Baca: Polisi Tangkap Perampok Sadis Gudang Rokok Camel Solo

“Saya baru dengar ini kabarnya. Makanya saya baru mau melapor polisi. Tapi petugas di Polsek Lamuru arahkan saya langsung ke Polres,” bebernya.

Menurut Andi anaknya masih mengalami ketakutan. Ia pun berencana meminta pendampingan lembaga hukum di Makassar.

“Makanya saya mau minta bantuan di LBH Makassar untuk didampingi dalam kasus ini,” ujarnya.

Baca: 3 Pengedar Narkoba di Sragen Dikukut Polisi, Sabu dan 1.520 Butir Pil Disita

Polisi yang mengancam anak SMP di Kabupaten Bone tersebut, diduga berpangkat Brigadir Dua yang bertugas di Reserse Mobile (Resmob) Polsek Bontoala, Makassar.

Terpisah, Direktur LBH Makassar, Haidir mengatakan, pihaknya akan segera memfasilitasi dan mendampingi korban.

“Itu kaitannya dengan UU perlindungan anak. Kalau jauh ke Makassar, nanti saya sampaikan dengan jaringan LBH di Bone untuk melakukan pemeriksaan awal. Yang pasti kami akan dampingi korban,” kata Haidir.

Sementara, Plt Kabid Humas Polda Sulsel, AKBP Usman saat dikonfirmasi mengaku pihaknya belum menerima laporan dari keluarga anak yang mengaku diancam oknum anggota Polri hingga buang air besar di celana.

“Belum ada laporan kami terima, tapi saya cek dulu ya,” kata Usman.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...