Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kamping di Patiayam Sukobubuk Pati Bisa Seasyik Ini

Suasana kamping di puncak Patiayam pada malam hari. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Desa Sokobubuk, Kecamatan Margorejo, Pati, yang menjadi bagian dari Gunung Patiayam, menyimpan pesona indah yang belum dilirik banyak orang. Apalagi pada saat malam hari, pesona tersebut kian nampak seiring dengan pijar lampu kota Pati dan Kudus.

Di atas ketinggian, kamu bisa mendirikan tenda untuk bermalam di gunung purba tersebut. Sekali pun saat siang nampak gersang, tetapi pesona malam yang ditawarkan tidak kalah menarik dengan gunung lainnya.

Kamu akan dapat menikmati embusan angin malam sembari menyeruput kopi. Semakin malam, api unggun bisa dinyalakan sambil bercanda tawa dengan teman.

Kamping di Gunung Patiayam adalah liburan alternatif yang tepat untuk menikmati akhir pekan.

Suasana kamping di puncak Patiayam Desa Sukobubuk, Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

Seperti yang dilakukan Abdul Hamid, pecinta alam asal Pati mengaku sangat terkesan dengan pesona malam yang ditawarkan. Bahkan sebelumnya dia tidak menyangka bahwa Patiayam menyimpan sejuta keindahan.

“Saya seeing melewati Patiayam, tapi hanya sebatas lewat. Setelah kamping di sini (Patiayam) ternyata sangat indah. Bahkan saat sore hari, suasaan padat lalu lintas di jalan Pati-Kudus juga kelihatan. Apalagi kalau malam, disertai sorot lampu kendaraan,” katanya.

Untuk kamping itu, memang tidak ada lahan khusus yang disediakan. Tetapi, pihaknya mencoba meminta izin kepada warga yang mempunyai lahan di ketinggian itu, untuk kemudian didirikan tenda.

Baca: Ini Lokasi Kamping Tanpa Ribet di Kudus, Cocok untuk Keluarga

Karena keramahan masyarakat Sokobubuk, akhirnya pun Hamid bersama dengam empat kawannya yang lain bisa mendirikan tenda di antara perbukitan Gunung Patiayam.

“Kami ini kan suka jelajah, mendirikan tenda di tempat yang belum begitu dikenal banyak orang. Kebetulan yang punya lahan malah membolehkan. Ya sudah kami dirikan tenda di lahan itu,” ungkapnya.

Suasana malam hari, diakui hembusan angin memang cukup kencang. Lantaran di gunung tersebut memang gersang, hanya sedikit pohon besar yang tumbuh. Sehingga, apabila bermalam di ketinggian itu, harus mempersiapkan jaket yang tebal.

“Pagi harinya, kita bisa menikmati matahari terbit. Pokoknya komplitlah untuk berlibur akhir pekan. Karena selain mendapatkan suasana alam, kita juga masih bisa melihat suasana kota dari ketinggian,” pungkasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...