Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pakai Moderna, RS Mardi Rahayu Kudus Belum Temukan KIPI Berat

Nakes RS Mardi Rahayu menyuntikkan vaksin Covid-19 ke sejumlah pelajar di Kudus beberapa waktu lalu. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus –  Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus hingga awal November 2021 ini telah menyuntikkan sebanyak 40 ribu dosis vaksin Covid-19. Vaksin yang disuntukkan ke warga beraneka jenis, mulai dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna, hingga Pfizer.

Sejumlah itu juga, belum ada laporan akan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat pada peserta vaksin. Utamanya pada vaksin Moderna maupun AstraZeneca yang dinilai punya KIPI yang tinggi.

“Selama RS Mardi Rahayu melakukan vaksinasi Moderna, KIPI Moderna yang dilaporkan hanya bersifat ringan. Seperti pegal-pegal, demam, mual dan pusing,” kata Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto, Sabtu (20/11/2021).

Puji, juga mengklaim belum ada temuan KIPI Moderna sampai rawat inap di RS Mardi Rahayu. Sehingga pihaknya berharap masyarakat tidak takut dan tidak pilih-pilih jenis vaksin ketika akan divaksinasi Covid-19.

“Jangan percaya hoaks, vaksin ini masker dari dalam sehingga imunnya bertambah dan bisa menangkal virus Covid-19 ini masuk ke tubuh,” imbuhnya.

Baca: Ratusan Orang di Pasar Kliwon Kudus Disuntik Moderna

Guna meyakinkan masyarakat jika vaksin tidak berbahaya, RS Mardi Rahayu pun melaksanakan vaksinasi massal di Pasar Kliwon Kudus, Sabtu (20/11/2021). Dengan sasaran 300 pengunjung maupun pedagang Pasar Kliwon, dengan vaksin Moderna.

Pasar Kliwon sendiri, dipilih karena banyaknya pengunjung maupun pedagang dari luar kota dan dikhawatirkan menjadi carrier Covid-19. Sehingga perlu adanya kekebalan komunal di wilayah itu.

“Kami menerjunkan dua tim sebanyak 20 orang dengan target 300 vaksin ini habis dalam tiga jam, sehingga per jamnya ada seratus orang divaksin,” kata Puji di sela vaksinasi.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...