Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Provokasi Pembubaran MUI Itu dari Khayalan

Menko Polhukam Mahfud MD tanggapi isu pembubaran MUI
Menko Polhukam Mahfud MD (Instagram/@mohmahfudmd)

MURIANEWS, Jakarta – Densus 88 menangkap tiga teroris, belum lama ini. Dua di antaranya merupakan oknum anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI). Isu pembubaran MUI pun merebak.

Isu itu merebak dan jadi perdebatan media sosial setelah salah satu pengurusnya ditangkap karena diduga terlibat tindak pidana terorisme.

Menko Polhukam Mahfud MD minta semua pihak tidak saling memprovokasi maupun terprovokasi terkait penangkapan tiga teroris yang melibatkan oknum MUI.

Dalam cuitannya, Mahfud mengajak siapa saja jangan berpikir bahwa MUI perlu dibubarkan dan jangan memprovokasi dengan mengatakan bahwa pemerintah lewat Densus 88 menyerang MUI.

“Itu semua provokasi yang bersumber dari khayalan, bukan dari pemahaman atas peristiwa,” kata Mahfud, dikutip MURIANEWS dari akun twitter resminya @mohmahfudmd, Sabtu (20/11/2021).

Baca juga: Ditangkap Densus 88, Zain Dinonaktifkan MUI

Menurutnya, kedudukan MUI sudah sangat kokoh. Bahkan MUI sudah disebut di dalam beberapa peraturan perundang-undangan.

“Misal, di dalam UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (Pasal 1.7 dan Pasal 7.c). Juga di Pasal 32 (2) UU No. 21 tahun 2008 tetang Perbankan Syariah. Posisi MUI kuat tak bisa sembarang dibubarkan,” tegas Mahfud.

Berkaitan dengan penangkapan oknum MUI sebagai terduga teroris, Mahfud mengatakan sepenuhnya memang karena ada permasalahan. Jangan sampai diartikan dengan penyerangan aparat terhadap MUI.

“Teroris bisa ditangkap di manapun, di hutan, mall, rumah, gereja, masjid. Kalau aparat diam dan terjadi sesuatu bisa dituding kecolongan. Akan ada proses hukum dan pembuktian secara terbuka,” kata dia.

Baca juga: Jadi Tersangka Terorisme, Farid Okbah Ternyata Pernah Ketemu Jokowi

Sebelumnya, ramai tagar #bubarkanMUI usai anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain an-Najah ditangkap oleh Densus 88 pada Selasa (19/11) lalu. Zain sudah dinonaktifkan sebagai pengurus MUI.

Selain itu, Densus 88 juga menangkap Ketua Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) Farid Okbah. Diketahui, Faid Okbah juga Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Bekasi.

Keduanya ditangkap dengan seorang lainnya. Mereka diduga mendanai kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI).

 

Reporter: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...