Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dari Cinta, Gentawati Lestarikan Batik Kudusan

Perajin batik di Kudus, Dasa Gentawati menunjukkan batik motif Kudusan. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Kecintaan pada batik ada dalam diri perajin batik di Kudus, Dasa Gentawati. Dari rasa cinta itu, ia kemudian mencoba melestarikan dan mengembangkan batik dengan mengusung motif Kudusan.

Galeri Gentamas Batik Kudus, Jalan Sosrokartono, nomor 1, Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus menjadi ruang kreasinya.

Sudah ada 12 batik khas Kudusan yang ia kembangkan. Di antaranya batik Kudus motif Penari Kretek, motif Gunungan Menara Kudus, Pisang Byar Khas Colo dan Parijoto, motif Gerbang K3 dan Kopi Muria, serta lainnya.

“Memang saya pribadi ingin mengambil kearifan lokal Kudus. Jadi saya buat batik motif Kudusan,” katanya, Sabtu (20/11/2021).

Baca: Cerita Perajin Batik Kudus yang Baru Merasakan Dampak Pandemi

Harga batik motif Kudusan itu dijual Rp 300 ribu hingga Rp 1,8 juta untuk batik tulis. Sedangkan batik cap dijual mulai harga Rp 85 ribu hingga Rp 195 ribu. Harga tersebut untuk satu kain batik berukuran 2 meter x 1,5 meter.

“Sejauh ini pembeli berasal dari Kudus, Tegal, Bandung, Magelang, dan Slawi. Kalau pembeli dari luar Jawa ada dari Tanjungpinang,” ungkapnya.

Diakuinya, pandemi Covid-19 membuat omzetnya mengalami penurunan sebanyak 50 persen. Alhasil dia harus memutar otak agar operasional batiknya tetap berjalan dan dapat membayar gaji karyawan.

Akhirnya, Dasa mencoba menjajal workshop membatik sebagai inovasi. Workshop itu mengajak masyarakat untuk berlatih membatik, membuat ecoprint, dan menbuat shibori atau teknik mencelup pada kain.

“Dari situ saya bisa menggaji karyawan. Sangat membantu ketika masih pandemi seperti saat ini,” terangnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...