Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Muhammadiyah Ajak Siaga Hadapi Gelombang Tiga Covid-19

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu’ti (kiri) saat menjadi pembicara dalam gerakan nasional revolusi mental. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Masyarakat Muhammadiyah diajak agar selalu bisa bergotong-royong atau bekerja sama dalam melakukan segala hal baik. Terlebih dalam menghadapi segala musibah yang dimungkinan bisa terjadi kapanpun, termasuk ancaman gelombang ketiga Covid-19.

Ajakan tersebut diungkapkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara Gerakan Nasional Revolusi Mental kerja sama antara Kementerian PMK dan Pemuda Muhammadiyah Kudus, di Hotel Griptha Kudus, Jumat (19/11/2021) malam.

Acara tersebut bertemakan ‘Gotong-Royong Pemuda untuk Indonesia Tangguh Hadapi Pandemi’.

Ia menjelaskan, kemungkinan terjadinya musibah gelombang tiga Covid-19 bisa saja terjadi. Apalagi pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun melanda hingga kini belum juga berakhir.

“Warga dan pemuda Muhammadiyah baiknya bisa mempersiapkan diri, bagaimana bisa saling membantu, tolong-menolong, gotong-royong dalam mengantisipasi dan menghadapi pandemi Covid-19 yamg dimungkinkan bisa terjadi kapanpun,” katanya.

Baca: Bupati Antisipasi Gelombang Tiga Covid-19 Masuk Pati

Selama ini, sambung dia, masyarakat sendiri sudah memiliki pengalaman hampir dua tahun lamanya dalam menghadapi pandemi Covid-19. Segala sesuatunya baik mental, iman, peralatan medis hingga logistik harus dipersiapkan kembali dengan matang untuk menghadapi kemungkinan gelombang tiga itu.

“Sehingga ketika pandemi (gelombang tiga Covid-19, red) benar terjadi, masyarakat sudah siap. Tidak gugup ataupun gagap,” ucapnya.

Baca: Soal Gelombang Ketiga Covid-19, IDI Kudus: Kuncinya di Nataru

Pihaknya juga berpesan agar masyarakat tidak terlena dengan kondisi pandemi yang kini sudah melandai. Protokol kesehatan, menurutnya juga harus dimaksimalkan.

“Dengan disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan mengurangi aktivitas yang tidak perlu dilakukan itu sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, kemungkinan terjadinya bencana baik longsor hingga banjir harus juga diatasi bersama. Sehingga adanya musibah-musibah tersebut jika dihadapi dan diantisipasi bersama akan meminimalkan jatuhnya korban hingga kerusakan yang bisa terjadi.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...