Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

ROAD TO IDC AMSI 2021

Manfaat Digitalisasi Sudah Dirasakan Dunia Usaha Bali

Manfaat Digitalisasi Sudah Dirasakan Dunia Usaha Bali
Webinar Road to IDC AMSI 2021, sesi dua Rabu (17/11/2021), Bali. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Denpasar – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana menyebut, digitalisasi telah dimanfaatkan dunia usaha di Bali.

Digitalisasi telah memberi peluang, seperti pengiriman barang dan pembayaran non-tunai. Kondisi itu juga telah memberi perubahan perilaku dalam dunia usaha.

“Memberi daya tambah ekonomi secara signifikan, dan bergerak seirama sebagai upaya pelaku UMKM agar go internasional. Sebab pandemi banyak pelaku pariwisata ke UMKM yang awalnya di sektor pariwisata,” katanya dalam diskusi Road to IDC AMSI 2021, sesi Bali, Rabu (17/11/2021) dikutip MURIANEWS dari rilis AMSI.

Ia mengapresiasi kegiatan digitaliasi tersebut. Merupakan sebuah momentum untuk pelaku usaha di Bali dalam mendorong mempromosikan produknya.

“Kami mengapresiasi kegiatan ini di masa pandemi, merupakan momentun digitalisasi agar cepat bekerja mendorong penyebaran produk dan beberapa hal,” ujarnya.

Baca juga: IKM dan UMKM Bali Seperti Lilin di Tengah Pandemi

Sementara Ajik Krisna menceritakan dirinya selaku pengusaha yang terdampak Covid 19. Bahkan terpaksa merumahkan karyawannya sebanyak 2 ribu karyawan. Meski demikian, dia rela menjual mobil mewahnya untuk biaya memberikan sembako kepada karyawannya tersebut selama dirumahkan.

“Beralih bertani, mau tidak mau saya harus merumahkan 2 ribu karyawan. Tapi tetap dengan membagikan sembako setiap bulan, dengan menjual mobil mewah untuk membantu makan mereka,” jelas dia.

Ajik Krisna juga mengunjungi karyawannya tanpa sepengetahuan mereka. Supaya dia dapat melihat aktivitas karyawannya di masa pandemi. “Bulan kelima baru kami berkebun ada lahan 23 hektare di Bali utara, dan lahannya cocok ditanam kacang. Tujuannya untuk mengilangkan setres saja awalnya,” papar dia.

Proses panen kacang tanah, baru bisa dipanen  setelah tiga bulan.  Bahkan Putri Suastini Koster disebutkan ikut panen kacang tanah. “Kami juga banyak belajar dari Ibu Putri Suastini karena mensuport, dan banyak belajar dari beliau.  Sering diajak ngobrol kita harus bangkitkan UMKM di masa pandemi, jangan menyerah, harus bangkit tidak boleh menyerah,” ucapnya.

CEO Bali Mall, Ni Wayan Sri Ariyani menjelaskan secara teknis terlahir aplikasi di masa pandemi. “Secara teknis inovasi terlahir di masa pandemi. Inovasi produk, menghasilkan inovasi pemasaran dengan membuat e -marketplace yang tidak pernah terpikirkan,” katanya.

Ia menyampaikan memang marketplace di Indonesia jarang dan berbeda jauh dengan luar negeri yang besar. “Pandemi ini ada hikmahnya dalam aplikasi untuk berkembang yang terjadi sekarang untuk penyebarluasan produk,” tutupnya.

Sedangkan Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma saat ini dalam pemberdayaan IKM dan UMKM pihaknya telah melakukan kebijakan. “Terutama untuk pemerintah melakukan pembelanjaan pada UMKM, dan kebijakan lainnya.  Tentu ini memberikan kemudahan  khususnya dalam menopang pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.

Sesi webinar AMSI Bali ini didukung oleh kampus-kampus di antaranya Universitas Warmadewa, Universitas Ngurah Rai, Fisip Universitas udayana, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan, Singaraja,  Lembaga Insan Bina Usaha UMKM Bali, HMI Cabang Denpasar, GMNI Denpasar, PD KMHDI Bali, Universitas Dwijendra.

IDC AMSI 2021 ini juga mendapat dukungan dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PT. PLN Persero, Pertamina, bank BJB, PT. Bank Central Asia. Tbk, PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya, MS Glow, dan Bank Kaltimtara.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...