Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tak Miliki Data Rinci Vaksinasi Lansia, ini Kata DKK Kudus

DKK Kudus Tak Miliki Data Rinci Vaksinasi lansia
Tenaga kesehatan di Kudus melakukan vaksinasi Covid-19. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus tak memiliki rincian data vaksinasi lansia se-Kabupaten Kudus. Data yang dimiliki pun hanya skala global saja.

Sementara, data terperinci tiap-tiap kecamatan tak dimiliki DKK Kudus. DKK Beralasan rincian data itu dibawa BPJS Kesehatan Kabupaten Kudus.

“Kalau detail data vaksinasi lansia se-Kecamatan Kudus kami ada. Tapi kalau detail per kecamatan dari yang terbanyak vaksinasi lansianya sampai terendah capaian vaksinasi lansianya yang punya BPJS Kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Badai Ismoyo, pada MURIANEWS, Jumat (19/11/2021).

Badai menyebut, persoalan itu tidak jadi masalah. Sebab, pihaknya juga memiliki data secara global. Ia mengatakan rincian data itu baru diberikan BPJS pada DKK pada pekan depan.

“Kami punya data juga walaupun secara global se Kabupaten Kudus. Tapi nanti pekan depan kami diberi datanya oleh BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

MURIANEWS kemudian mencoba meminta data detail capaian vaksinasi lansia kepada Kepala BPJS Kesehatan Kudus, Agustian Fardianto. Namun, detail data vaksinasi lansia di tiap-tiap kecamatan itu tidak diberikan.

Pihaknya tidak berkenan memberikan detail data itu. Ia mengaku tidak memiliki kewenangan untuk membuka data tersebut.

“BPJS Kesehatan dalam hal ini tidak diberikan kewenangan untuk buka data tersebut,” ungkapnya.

Padahal detail data perlu dipaparkan secara terbuka pada publik. Dengan begitu, upaya bersama dalam meningkatkan capaian vaksinasi bisa dilakukan.

Baca juga: Beda Data Vaksinasi Lansia DKK Kudus dan KPCPEN

Sebelumnya diberitakan, ada perbedaan data vaksinasi lansia antara Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dengan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Kepala DKK Kudus, Badai Ismoyo membenarkan adanya perbedaan data itu. Menurutnya, perbedaan data itu lantaran terjadi delay (atau keterlambatan sistem) dalam input data. Namun, itu tak jadi masalah.

Dalam data yang dimiliki DKK Kudus, dari total sebanyak 71.098 lansia, baru 29.929 lansia yang sudah divaksin dosis pertama. Sedangkan 16.152 lansia sudah melengkapi dosis vaksinasinya (vaksinasi dosis kedua).

Sementara, data dari KPCPEN sedikit lebih rendah dari data DKK Kudus. Yakni, baru 29.838 lansia yang sudah divaksin dosis pertama dari total 71.098 lansia. Sementara, yang sudah vaksinasi dosis kedua ada 19.107 lansia.

“Perbedaan data itu karena ada delay input dari pihak KPCPEN-nya. Mereka masih proses penginputan. Kalau kami dari DKK kan langsung ke lapangan jadi bisa langsung hitung,” katanya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...