Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Moeldoko Pengen Ngomong Ini saat Diusir Massa Aksi Kamisan

Moeldoko Pengen Ngomong Ini Saat Diusir Massa Aksi Kamisan
Moeldoko, Kepala Kantor Staf Kepresidenan. (tangkap layar YouTube)

MURIANEWS, Jakarta – Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko diusir saat menyambangi massa aksi Kamisan, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/11/2021). Ia diteriaki juga diteriaki.

Padahal, ada beberapa hal yang ingin dibicarakan Moeldoko di depan massa aksi Kamisan itu. Pesan kuat itu mengenai inti dari penyelenggaraan Festival HAM di Semarang.

“Kita ingin mengangkat berbagai inovasi dan inisiatif baru oleh Pemda untuk menjaga dan memajukan tentang persoalan-persoalan HAM yang berkaitan dengan ekosob dan hak-hak sipil, ekonomi, sosial-budaya, dan hak-hak sipil,” ujar Moeldoko dikutip MURIANEWS dari video klarifikasi yang beredar medsos, Jumat (17/11/2021).

“Kita tidak hanya memikirkan persoalan masa lalu, tapi bagaimana kita menata persoalan-persoalan HAM masa depan yang semakin baik, beriringan dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah, baik dari sisi kebijakan maupun implementasinya. Itu sesungguhnya yang sedang dipikirkan dalam Festival HAM itu,” imbuh dia.

Baca juga: Hampiri Massa Aksi Kamisan di Semarang, Moeldoko Diusir

Sebelumnya, Moeldoko jelaskan kronologi dari peristiwa itu. Saat itu, Moeldoko baru selesai memberikan keynote speech dalam sebuah acara di dekat lokasi demo.

“Pada saat selesai saya memberikan keynote speech, saya mendapatkan laporan dari Pak Wali Kota bahwa di luar ada demo. Teman-teman yang apa itu menyuarakan tentang persoalan HAM di Indonesia dan saya putuskan, oke, saya akan datang dan kebetulan Pak Beka dari Komnas HAM juga hadir. Saya, Pak Wali Kota, dan Pak Beka hadir bersama-sama di sana,” ujar Moeldoko.

Moeldoko mendatangi peserta aksi karena ingin memahami tuntutan yang disampaikan mengenai persoalan HAM masa lalu. Namun massa aksi ternyata menolak kedatangan Moeldoko. Mantan Panglima TNI itu mengaku tak mempermasalahkannya.

“Kita menghormati mereka. Kalau mereka nggak mau dengerin ya gak apa-apa, sabar, mengelola sesuai tidak perlu dengan emosi,” kata Moeldoko di akun Istagramnya.

Sebelumnya, pengalaman tak mengenakkan dirasakan Moeldoko saat menyambangi massa aksi Kamisan di Semarang, Jawa Tengah. Moeldoko diusir, bahkan diteriaki ‘Kami bukan teman Bapak’, saat menyapa peserta aksi.

Teriakan itu terlontar ketika Moeldoko memegang mikrofon dan hendak berbicara kepada para peserta aksi, Kamis (18/11/2021). Cuplikan video Moeldoko diteriaki ‘Kami bukan teman Bapak’ beredar luas di Twitter dan jadi perbincangan publik.

“Ya, teman-teman sekalian…,” kata Moeldoko yang berkemeja putih itu menyapa peserta aksi.

Tiba-tiba dari arah peserta aksi Kamisan, terlontar teriakan yang membantah Moeldoko. Salah satu peserta aksi keberatan disebut teman oleh Moeldoko.

“Kami bukan teman Bapak!” kata pendemo.

“Kami tak mau bapak berbicara di sini!” kata pendemo lainnya.

Moeldoko, yang terus mencoba berbicara dengan peserta massa aksi Kamisan di Semarang, pun pada akhirnya pergi meninggalkan lokasi setelah diusir dan terus diteriaki.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...