Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Beredar Kabar Lele Bisa Picu Kanker? Ini Faktanya

Lele yang segar memiliki beragam manfaat untuk tubuh. (Freepik)

MURIANEWS, Kudus – Lele menjadi salah satu ikan yang banyak digemari masyarakat di Indonesia. Ikan ini banyak dijadikan berbagai olahan masakan yang nikmat. Namun, beredar kabar lele dapat memicu sel kanker, benarkah?

Mengutip hasil penelitian dari University of Pittsburgh School of the Health Science tahun 2007, lele yang terpapar limbah industri mengandung zat yang dapat meniru hormon estrogen pada wanita. Zat tersebut berisiko mempercepat perkembang biakan sel-sel kanker payudara.

Tidak hanya lele, ikan yang terkontaminasi zat-zat berbahaya turut meningkatkan risiko terjadinya masalah pada masa pertumbuhan dan endoktrin. Meski penyebab kanker tidak diketahui, paparan zat kimia berbahaya dapat berisiko meningkatkan mutasi DNA.

DNA yang bermutasi secara abnormal ini yang menyebabkan terjadinya kanker. Berdasarkan informasi tersebut dapat disimpulkan lele yang terkontaminasi zat-zat berbahayalah yang dapat memicu terjadinya kanker.

Manfaat lele untuk kesehatan justru terbilang banyak dan tak kalah dengan ikan lainnya. Banyaknya nutrisi seperti protein dan omega 3 dapat berguna dalam menurunkan berat badan hingga menjaga kesehatan jantung.

Dalam 100 gram ikan lele segar mengandung 105 kalori. Pada porsi yang sama, ikan air tawar ini mengandung 18 gram protein, 3 gram lemak, 50 gram natrium, 337 miligram asam lemak omega 6, 237 miligram asam lemak omega 3. Selain itu lele juga mengandung vitamin B12 dan beragam mineral seperti kalium, fosfor dan selenium.

Dapat disimpulkan ikan lele yang tidak terpapar oleh zat kimia mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh. Ikan berkumis ini juga dapat diolah dengan berbagai cara selain hanya digoreng, seperti dibakar dengan berbagai rempah yang dapat menambah cita rasa dan kandungan nilai gizi saat disantap.

 

Penulis: Loeby Galih Witantra
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...