Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Pati Masifkan Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal

Sosialisasi pemberantasan rokok ilegal di Diskominfo Pati. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Peredaran rokok ilegal tengah diperangi sejumlah pihak. Sebab, rokok bodong tanpa cukai resmi itu dapat merugikan keuangan negara.

Termasuk di Kabupaten Pati, peredaran rokok ilegal cukup banyak. Bahkan belum lama ini, petugas Satpol PP telah berhasil menyita 110 ribu rokok ilegal yang beredar di wilayah Pati.

Karena itu, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Pati, turut menyosialisasikan gerakan penggempuran rokok ilegal ini.

Kepala Diskominfo Pati Indriyanto mengatakan, gerakan gempur rokok ilegal harus selalu disosialisasikan. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran warga agar menyadari pentingnya cukai untuk pemasukan negara.

“Rokok ilegal ini tidak ada pemasukan untuk kas negara, karena tidak ada bea cukai. Karena itu, rokok ilegal ini harus benar-benar dihindari,” katanya, Kamis (18/11/2021).

Baca: 4,8 Ton Rokok Bodong Dibakar Bea Cukai Kudus

Pihaknya juga berharap, dengan adanya sosialisasi, peredaran rokok ilegal ini benar-benar hilang dari bumi Pati. Karena menyangkut pendapatan negara, yang hasilnya juga dikembalikan lagi ke warga.

Sementara perwakilan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus, Sidiq Gandi Baskoro mengatakan, cukai adalah pungutan negara yang dikenakan untuk barang tertentu dengn karakteristik tertentu. Target tahun 2021 adalah sekitar Rp 34 triliun.

“Target tersebut akan sulit dicapai karena kalah bersaing dengan rokok ilegal,” ujarnya.

Baca: Belasan Ribu Rokok Bodong Diamankan dari Warung-Warung di Pati

Gandi menambahkan, Bea Cukai Kudus akan sangat membantu perizinan bagi masyarakat yang ingin berbisnis lewat rokok legal, dan semua proses perizinannya tidak dipungut biaya.

“Namun, jangan sekali-sekali menjual rokok ilegal, karena itu dapat merugikan negara,” tandasnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...