Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

TPA Belum Bisa Diperluas, Begini Solusi Penanganan Sampah di Kudus

ilustrasi: Alat berat menata sampah di TPA Tanjungrejo belum lama ini. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Anggaran untuk perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo Kudus masih belum bisa direalisasikan. Padahal, lahan di TPA tersebut sudah penuh.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus Agustinus Agung Karyanto mengungkapkan, pihaknya telah berupaya mengusulkan anggaran untuk perluasan TPA Tanjungrejo. Namun karena keterbatasan anggaran, akhirnya belum berhasil lagi.

Sebagai solusi sementara, pihaknya akan coba untuk membantu desa untuk memperbanyak bank sampahnya. Targetnya adalah satu desa satu bank sampah.

“Kalau nanti ada penambahan bank sampah lagi, kami estimasikan jumlah sampah yang masuk ke TPA berkurang sekitar 30 persen,” kata dia Kamis (18/11/2021).

Agung menambahkan, selain bisa mereduksi sampah yang masuk ke TPA, bank sampah juga berperan untuk mengedukasi warga untuk memilah-milah sampah. Mulai dari sampah organik, hingga sampah rumah tangga.

“Dari 33 bank sampah yang ada, saat ini penurunannya baru terealisasi sekitar 20 persen dari rata-rata sampah yang dibuang ke TPA setiap harinya antara 120-130 ton sampah,” ujarnya.

Baca: TPA Tanjungrejo Kudus Tak Jadi Diperluas Tahun Ini,  Dinas PKPLH Beberkan Alasannya

Dalam perjalanannya sendiri, Pemkab Kudus dibantu oleh PT Djarum dalam pengolahan sampah organik di Kudus. Selain sampah organik, perusahaan swasta tersebut juga menerima sampah organik dari pasar tradisional yang dikelola oleh Dinas Perdagangan.

Dinas PKPLH Kudus sendiri telah menyusun studi kelayakan dan bestek gambar kerja detail (detail engineering design/DED) untuk perluasan TPA tersebut. Luas lahan sekarang adalah sekitar 5,25 hektare dan belum pernah ada perluasan sejak tahun 1983.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...