Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

ROAD TO IDC AMSI 2021

Digitalisasi Pelayanan Publik Terus Dikembangkan

Diskusi Road to IDC AMSI 2021 juga membahas digitalisasi pelayanan publik yang dikembangkan pemerintah daerah
Para narasumber diskusi Road to IDC AMSI 2021 bertajuk ‘Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit’. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Surabaya – Digitalisasi pelayanan publik terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat. Pemerintah daerah pun berupaya kembangkan teknologi digitalnya masing-masing.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah mengatakan saat ini pemerintahannya sudah menjalankan program Bojonegoro satu data. Kini Mereka sedang menyiapkan Bojonegoro Smart City.

Meski sebanyak 40,15% wilayahnya adalah kawasan hutan. Pihaknya tidak berputus asa untuk mewujudkan program tersebut.

Pemkab Bojonegoro menciptakan 100 ribu lapangan kerja dan melakukan pelatihan teknologi informasi. Anna menambahkan telah memberikan pelatihan operator sistem informasi desa.

“Kami juga baru saja mengubah regulasi, membuat muatan lokal digitalisasi di masing-masing sekolah yang kami tuangkan dalam kurikulum sejak SD. Selain kami menggunakan tenaga pengajar, kami juga merekrut P3K untuk sektor-sektor teknologi informasi. Saat ini terdapat tenaga teknologi informasi sebanyak 26 orang yang bekerja di Dinas Kominfo,” katanya saat webinar Road to IDC AMSI 2021 seperti yang dikutip MURIANEWS di rilis AMSI.

Baca juga: Digitalisasi UMKM Perlu Didorong

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya Muhammad Fikser menjelaskan Pemerintah Kota Surabaya berupaya membudayakan masyarakat agar mencintai produk lokal secara digital melalui aplikasi E-Peken.

“Semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkot wajib membeli kebutuhan bahan pokok lewat aplikasi E-Peken,” kata Fikser.

Saat ini ada 253 toko kelontong yang tergabung dengan E-Pekan binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Surabaya. Selain itu ada UMKM yang menjual kerajinan, pakaian, dan kuliner.

“ASN dipaksa membeli. Bagaimana cara kontrolnya? Semua ASN sudah punya akun, dari monitoring bisa dilihat tanggal transaksinya,” kata Fikser.

Namun, Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin, mengingatkan kecintaan terhadap produk lokal jangan hanya harus ditumbuhkan oleh konsumen.

“Penyedia barang UMKM harus mulai punya pride (kebanggaan),” katanya. Artinya UMKM juga harus menjaga mutu agar tak mengecewakan.

Ketua AMSI Jatim Arief Rahman percaya, Jatim memiliki kekuatan ekonomi untuk bisa berkembang di masa pandemi dengan digitalisasi.

“Kita tahu pemerintah daerah dalam beradaptasi dengan kondisi ini lebih mengedepankan digitalisasi dan penggunaan teknologi secara lebih masif lagi. Penetrasi internet yang mencapai 73,7 persen, harus dioptimalisasi,” katanya.

Sesi webinar AMSI Jatim ini didukung oleh kampus-kampus di antaranya Universitas Maarif Hasyim Latif, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, STIKES ICsada Bojonegoro, STAI Attanwir (Bojonegoro), Universitas Yos Soedarso, Stikosa AWS, dan Universitas Dr. Soetomo, Surabaya

IDC AMSI 2021 ini juga mendapat dukungan dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PT. PLN Persero, Pertamina, bank BJB, PT. Bank Central Asia. Tbk, PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya, MS Glow, dan Bank Kaltimtara.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...