Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

ROAD TO IDC AMSI 2021

Digitalisasi Bekal Penting UMKM

Digitalisasi menjadi bekal penting pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina.
Para narasumber diskusi Road to IDC AMSI 2021 bertajuk ‘Digitalisasi, Kunci Akselerasi Jawa Timur Bangkit’. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Surabaya – Digitalisasi menjadi bekal penting pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina. Bekal itu diberikan secara komprehensif guna mendongkrak UMKM.

Head of Small Medium Enterprise Partnership Programme PT. Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto mengatakan dalam setahun setengah ini, pihaknya telah membuat 414 pelatihan. Sebanyak 11.955 UMKM mengikuti pelatihan itu.

“Teknologi digital memudahkan semua. Kami melakukan 33 pameran online dan offline dengan diikuti 292 mitra binaan,” kata Rudi dalam diskusi Road to IDC AMSI 2021 sesi pertama Jawa Timur, Rabu (17/11/2021) mengutip dari rilis AMSI yang diterima MURIANEWS.

Dari pelatihan itu, 656 mitra binaan Pertamina telah memiliki izin dan sertifikasi usaha. Sementara itu 1,935 mitra binaan UMKM dan 4.845 mitra binaan RB naik kelas pada 2019-2021.

“Ada 291 mitra binaan yang omzetnya bertambah dan 61 UMKM yang mengglobal menjadi eksporter baru,” ujar Rudi.

Baca juga: Emil Dardak: Digitalisasi Adalah kunci

Semua ini tak lepas dari sembilan program unggulan Pertamina. Pertama, UMK Academy, di mana UMKM mitra binaan mendapat pembelajaran dan akselerasi agar bisa berprestasi dan naik kelas.

Kedua, hibah teknologi tepat guna bagi UMKM yang berkeinginan kuat untuk berkembang. Ketiga, sertifikasi dan perizinan. Keempat, display product SME. Kelima, e-learning. Keenam, publikasi UMKM.

“Kami siapkan agar UMKM berlatih mandiri. Kami mencatat ada lima ribu pemberitaan pada 2020 tentang UMKM binaan Pertamina. Kami harapkan pemberitaan bisa efektif mendorong pemasaran produk UMKM kita. Kami cantumkan link pemasaran dalam pemberitaan, sehingga masyarakat bisa bertransaksi langsung. Kami juga sediakan alat pajang digital di sosial media,” kata Rudi.

Ketujuh, penjualan produk UMKM melalui e-commerce. “Kami bekerjasama dengan Idea dan beberapa pengelola e-commerce agar bisa menjadikan UMKM mitra binaan Pertamina lebih ramah digital, bisa mengelola marketplace sebaik mungkin. UMKM kami banyak yang sudah punya akun. Tapi bagaimana mengonversi akun agar bisa menghasilkan transaksi penjualan, perlu pelatihan lebih banyak lagi,” kata Rudi Ariffianto.

Kedelapan, katalog SME 100. Katalog ini diharapkan juga bisa menjadi sarana publikasi. Terakhir, program eksibisi atau eksibisi virtual.

“Pandemi membuat kami adaptif dan membuat eksibisi pertama di Indonesia yang sophisticated (kompleks) persiapannya,” ujarnya.

Rudi menambahkan, tahun 2021 ini bekerjasama dengan Kementerian Desa, Bank Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Kaltim mengadakan eksibisi yang melibatkan 200 lebih UMKM binaan. Dalam acara SMEXPO itu, lebih dua ribu binaan yang mendaftar.

“Kami berharap bisa meningkatkan kapabilitas UMKM agar lebih resilience dalam menghadapi distraksi baru dan memperluas pasar,” kata Rudi.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...