Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Jepara Waspada Bencana, HP Aparat Tak Boleh Mati

Pengecekan alat-alat untuk mengantisipasi bencana di Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Bulan ini sudah memasuki musim hujan. Sejumlah wilayah di Jepara sudah terpetakan menjadi titik-titik rawan bencana. Untuk itu, aparatur pemerintah diharapkan bisa siaga 24 jam.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi, menyebut ada beberapa desa yang sangat rawan dilanda bencana. Seperti Desa Dorang dan beberapa desa di Kecamatan Nalumsari, beberapa desa di Kecamatan Kedung, Kecamatan Donorojo, Kecamatan Keling, dan Kecamatan Kembang.

“Ini titik-titik yang cukup harus kita waspadai ekstra. Harapan kita, para stakeholders, khususnya para camat ini saya tekankan,” katanya, usai memimpin Apel Siaga Bencana di Alun-Alun Jepara, Kamis (18/11/2021)

Ia mengatakan, HP aparat yang ditugaskan untuk penanganan bencana tak boleh mati. Komunikasi mengenai penanganan bencana tak boleh berhenti gara-gara masalah tersebut.

”Tidak boleh semenit pun kontak yang bisa dihubungi ini berhenti. Artinya HPnya juga harus selalu nyala. Bila mana perlu 24 jam memang dia harus ada di wilayahnya. Jadi mereka harus tahu lebih dulu setiap kejadian,” ujarnya.

Andi menyampaikan, pusat koordinasi terkait kebencanaan dipusatkan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara. Baik dari TNI-Polri atau stakeholders yang berkaitan.

Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim hujan untuk Kabupaten Jepara terjadi pada Januari 2022. Dengan curah hujan lebih dari 500 mm per bulan.

Baca: BPBD Siapkan 9.631 Personel Hadapi Bencana di Jateng

Sementara itu, berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2020, Jepara masuk dalam kategori daerah dengan risiko bencana tinggi. Di Jawa Tengah, Jepara menempati urutan ke-12. Sedangkan di tingkat nasional berada di urutan 218 dengan skor 148,77.

Dari penilaian IRBI pula, disebutkan ada tujuh potensi bencana alam yang bisa menimpa Jepara. Antara lain banjir, gelombang ekstrem dan abrasi, kebakaran lahan dan hutan, cuaca ekstrim dan kekeringan. Sedangkan, untuk gempa bumi dan tanah longsor, IRBI menilai Jepara berisiko sedang.

Baca: Gembong Investasi Bodong di Jepara Sering Pamer Hidup Glamor

Sepanjang tahun 2021 ini, lanjut Andi, sudah ada 97 kejadian bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran atau kecelakaan laut yang mengakibatkan kematian.

“Dua bulan di akhir tahun ini sangat rawan. Kita harus melakukan mitigasi bencana secara bersama-sama,” harap Andi.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...