Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

YN, Gadis dari Mlonggo Dalangi Sendiri Investasi Bodong di Jepara

Polisi menunjukkan barang bukti kasus investasi bodong di Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Teka-teki kasus investasi bodong dengan korban ratusan orang di Jepara akhirnya terkuak. Itu setelah polisi berhasil menangkap pelaku utama dalam kasus itu.

Pelaku yang ditangkap yakni YN (21) warga Kecamatan Mlonggo, Jepara. Kapolres Jepara AKBP Warsono, memastikan YN menjalankan bisnisnya seorang diri.

YN juga dipastikan tak ikut jaringan investasi bodong baik di dalam maupun luar Jepara. Sementara ini, YN menjadi bos utama yang menjalankan investasi bodong itu.

“Ternyata setelah kita lakukan pemeriksaan sebagai saksi maupun tersangka, yang bersangkutan (YN, red) mengakui merencanakan. Jadi hanya di Kabupaten Jepara. Tidak ikut kegiatan di kabupaten lainnya. Jadi memang ini sudah direncanakan dan akan dikembangkan di wilayah Jepara,” terang Warsono, dalam konferensi pers di Polres Jepara, Rabu (17/11/2021).

Baca: Gadis Gembong Investasi Bodong di Jepara Diringkus

Dalam menjalankan operasinya, YN menawarkan investasi uang melalui unggahan status WhatsApp. Dengan janji keuntungan dari uang yang diinvestasikan dalam waktu tertentu.

Misalnya, dalam waktu 4-13 hari, keuntungannya mencapai Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu. Warsono mencontohkan, investasi dengan judul “Selasa Pendek atau Promo”.

Investasi Rp 200 ribu kembali Rp 300 dalam waktu 12 hari, Rp 400 ribu kembali Rp 550 ribu dalam sebelas hari, Rp 1,5 juta akan kembali Rp 1,8 juta dalam waktu 12 hari, atau Rp 3 juta kembali menjadi Rp 3,5 juta dalam waktu sepuluh hari.

“Unggahan tersebut dikirim oleh tersangka kepada peserta investasi dan melalui reseller yang semuanya digerakkan oleh tersangka,” ungkap Warsono.

Baca: Viral Aparat Cekcok dengan Korban Dugaan Investasi Bodong di Jepara, Polisi Buka Suara

Warsono menyampaikan, YN mulai menjalankan investasi bodong itu pada awal tahun ini. Namun, pada bulan kedua, YN sudah merasa bahwa perputaran uang yang dia jalankan itu macet.

Dari hasil pemeriksaan kepada YN, Polisi menyatakan sementara ini jenis investasi yang dijalankan itu tidak memiliki jenis usaha yang jelas.

YN hanya memutar uang dari investor untuk dibuat menutup keuntungan yang mestinya diterima oleh investor lain.

“Beliau ini menyampaikan kepada kita ini simpan pinjam. Bahasanya begitu. Modusnya investasi yang tidak berizin. Jadi uang itu istilahnya diputar. Misalnya modal Rp 500 ribu, balik Rp 550,” ujar dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...