Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Dagangan Pedagang Pasar Bitingan Kudus Sering Terbuang Sia-Sia

Pedagang Pasar Bitingan, Kudus sedang merapikan dagangannya. (MURIANES/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pasar Bitingan di Kabupaten Kudus hingga saat ini masih sepi pembeli. Alhasil pedagang pun tak bisa membawa pulang keuntungan yang memuaskan.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Bitingan, Kudus, Aslimah mengatakan sepinya pasar terjadi sejak sebulan terakhir.

“Sudah sejak sebulan ini. Sehari itu sekarang paling 10 pembeli saja. Biasanya itu kalau ramai sampai 50 orang dalam sehari,” katanya, Rabu (17/11/2021).

Dia mengatakan kondisi yang sepi seperti saat ini membuatnya harus membuang beberapa dagangannya. Seperti wortel, brokoli, tomat, dan sayuran lainnya yang tidak tahan lebih dari dua hari.

“Kalau enggak dibuang buat apa. Tidak mungkin dijual. Karena pembeli mintanya yang fresh,” ujarnya.

Saat ini dalam sehari dia kesulitan untuk mendapat uang Rp 200 ribu. Padahal biasanya dia mampu membawa penghasilan kotor hingga Rp 500 ribu-an.

“Beberapa hari lalu seharian hanya bawa pulang uang Rp 60 ribu saja,” ujarnya.

Dia berharap agar Pasar Bitingan segera normal Kembali, sehingga dagangannya dapat laku keras.

Baca: Pasar Bitingan Kudus Kehilangan Pamor Usai Mal Matahari Terbakar

Sementara itu, pedagang telur di Pasar Bitingan, Kudus, Ari Purwanto juga mengeluh karena sepinya pasar.

“Pasar malah sepi. Pembelian telur juga sepi. Keinginan saya perekonomian kembali seperti semula,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Pasar Bitingan Kudus, Muchammad Toha juga membenarkan kondisi Pasar Bitingan sepi. Namun, menurutnya kondisi pasar sudah agak membaik ketimbang saat Kudus masih PPKM level 3.

“Masih sepi memang iya, tetapi sebenarnya sudah bagus dan mulai sedikit ramai dibandingkan saat pandemi Covid-19 level 4,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...