Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Harga Anjlok, ASN Demak Galakkan Gerakan Beli Bawang dari Petani

Ilustrasi. Petani memanen bawang merah di persawahan Desa Kalirejo, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Demak – Anjloknya harga bawang merah di Kabupaten Demak mendapat perhatian serius dari pemkab setempat. Bupati Demak Eisti’anah bahkan mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan gerakan membeli bawang merah dari petani.

Gerakan diharapkan menjadi salah satu cara untuk membeli bawang merah milik petani dengan harga wajar. Di mana, dalam sepekan terakhir, harga bawang merah anjlok, yang disebabkan banyaknya petani bawang yang sedang panen raya.

“Tadi kita sedikit sharing dengan petani dari Desa Kunir, memang kondisi panen saat ini hasil produksinya bagus, tetapi dari sektor harga sangat rendah, jadi ngedrop sekali. Memang berkaitan dengan semua bareng-bareng panen raya,” kata Eisti seperti dikutip dari laman Pemprov Jateng, Rabu (17/11/2021).

Baca: Viral! Aksi Emak-Emak di Demak Bukakan Jalan Ambulans Banjir Pujian Netizen

Bupati berharap, dengan gerakan ASN membeli bawang merah dapat mendongkrak harga di sejumlah sentra produsen bawang merah.

Ditambahkan, saat ini target pembelian awal dari petani sebanyak 3 ton dan ke depannya, masih dilakukan pendataan lagi berlanjut hingga sekitar 6 ton.

“Nantinya, para ASN diwajibkan membeli bawang sebanyak dua kilogram dengan harga per kilonya Rp 15 ribu,” terangnya.

Supaya panen raya bawang merah secara bersamaan tidak terulang kembali, pihaknya akan berupaya mencarikan solusi.

Baca: Bobol Rumah Kosong, Sepasang Kekasih Asal Demak Terancam 12 Tahun Penjara

“Entah bergantian menanam atau dari Dingdakop UMK akan melakukan kerja sama dengan perusahaan di Demak untuk men-stock bawang. Jadi dari Pemkab akan berusaha mengelola agar tahan lama,” lanjut bupati.

Petani bawang dari Desa Kunir, Salekun (51) menyampaikan terima kasih, karena gerakan tersebut sangat meringankan beban petani bawang merah.

“Kalau dibeli dengan harga Rp 15 ribu per kilogram, menurut saya sudah meringankan beban sendiri, sedangkan kalau dibeli oleh tengkulak ruginya bisa dua kali lipat,” ungkapnya.

Baca: Demak Masuk Level 1, Ini Daftar Lengkap PPKM di Jateng

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Pemprov Jateng

Comments
Loading...