Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

4,8 Ton Rokok Bodong Dibakar Bea Cukai Kudus

Pemusnahan rokok ilegal di Kantor Bea Cukai Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kudus kembali memusnahkan delapan ton barang sitaan di halaman kantor Bea Cukai Kudus, Rabu (17/11/2021) siang. Termasuk di dalamnya adalah sebanyak 4,8 juta batang rokok nodong atau rokok ilegal.

Pemusnahan dilakukan dengan cara membakarnya. Secara simbolis rokok ilegal dibakar di Kantor Bea Cukai Kudus. Sementara sisanya dikirim ke TPA Sukoharjo Pati untuk dimusnahkan.

Plt Kepala Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus Sutopo Ali Subagyo mengatakan, selain rokok, turut dimusnahkan dua buah alat pemanas, plastik OPP sebanyak dua karung, etiket sebanyak dua karung, dan minuman mengandung etil alcohol sebanyak 1.200 ml.

Sementara untuk rincian rokoknya sendiri, adalah 4.732.586 batang segaret kretek mesin (SKM) dan 31.836 sigaret kretek tangan (SKT).

“Ini merupakan penindakan dari Desember 2020 hingga September 2021 kemarin,” katanya.

Baca: Intel Cekatan, Hampir Sejuta Rokok Bodong Diamankan di Jepara

Nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp 4.841.563.920. Sementara untuk kerugian negara yang berhasil diselamatkan yakni bernilai sebesar Rp 3.177.502.888.

“Yang dihitung berdasarkan nilai cukai, PPN hasil tembakau, dan pajak rokok yang seharusnya dibayarkan,” ujarnya.

Sutopo menambahkan, pemusnahan barang sitaan tersebut juga dilakukan di TPA Sukoharjo Pati. Untuk jenis rokok yang dimusnahkan kebanyakan  merupakan rokok tanpa pita cukai siap edar. Selain itu, ada juga rokok yang telah dilekati dengan pita cukai palsu.

“Jelas ini melanggar ketentuan perundang-undangan yakni pasal  54 dan 55 UU Nomor 39 tentang cukai,” tambah dia.

Baca: Selundupan Satu Truk Rokok Ilegal Senilai Rp 1,2 Miliar Digagalkan di Pati

Sampai saat ini sendiri, pihak Bea Cukai Kudus masih mengawasi setidaknya 96 pabrik rokok yang aktif dan legal. Jumlah tersebut menurun drastis dari data tahun 2006 yang jumlahnya mencapai 2.000 pabrik.

Bea Cukai sendiri, turut bersinergi dalam pembuatan KIHT di Kabupaten Kudus. Dengan harapan bisa menekan angka produsen rokok ilegal, sehingga bisa meningkatkan penerimaan pajak dari cukai guna pengembangan KIHT tersebut.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...