Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

INFO JATIM

Ini Penyebab Pengacara Hamburkan Uang di Banyuwangi

Penyebab Pengacara Hamburkan Uang di Polsek Kota Banyuwangi
Aksi Nanang, pengacara hamburkan uang Rp 40 juta saat datangi Polsek Kota Banyuwangi. (Tangkap Layar Video Viral)

MURIANEWS, Banyuwangi – Seorang pengacara hamburkan uang Rp 40 juta di Polsek Kota Banyuwangi. Pengacara itu bernama Nanang Slamet. Aksinya itu buntut kekecewaan terhadap kepolisian.

Ia menilai, polisi telah mengintervensi kliennya agar tidak menggunakan jasa pengacara. Video aksinya itu beredar di media sosial dan viral.

Wakapolresta Banyuwangi AKBP Didik Harianto mengatakan aksi Nanang itu berkaitan dengan kasus penanganan kasus penipuan. Kasus itu sendiri dilaporkan pada 13 Oktober 2021 lalu. Adapun kerugiannya mencapai Rp 105 juta.

“Kasus (penipuan itu) masih penyelidikan terkait ini masih kita dalami,” ujar Didik dikutip dari Detikcom, Rabu (17/11/2021).

Masalah antara Nanang dan pihak kepolisian Polresta Banyuwangi pun berujung damai. Nanang dan pihak kepolisian telah bermediasi. Kedua pihak mengaku ada kesalahpahaman.

Baca juga: Pengacara Hamburkan Uang di Banyuwangi dan Polisi Damai

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu mengatakan kejadian itu hanyalah sebuah kesalahpahaman. Dan pada akhirnya kejadian ini diakhiri secara kekeluargaan.

“Terimakasih, ke depan kami akan memberikan yang terbaik. Ini hanya salah paham. Dan, sudah clear,” ujarnya.

Nasrun memuji Nanang Slamet yang bersedia diajak dialog. Lalu, merumuskan langkah-langkah sinergi sesama aparat penegak hukum (APH).

“Alhamdulillah beliau gentle. Saya komunikasi lewat telepon dan kemudian ketemu langsung,” tambah Nasrun.

Sementara itu, Nanang memastikan akan menjalin komunikasi yang lebih baik dengan kepolisian. Menurutnya, kesalahpahaman dalam menjalankan tugas adalah hal biasa.

“Memang ada miskomunikasi, tapi kami sudah komunikasi. Terima kasih Polresta yang merespon cepat,” kata pengacara 32 tahun tersebut.

Sebelumnya, video aksi pengacara menghamburkan uang Rp 40 juta viral di media sosial. Video berdurasi 2 menit 50 detik itu memperlihatkan sang pengacara masuk ke halaman Polsek Kota Banyuwangi. Si pengacara berjalan sambil berteriak mencari Kanit Reskrim Polsek Kota Banyuwangi.

“Kanit Reskrim keluar, keluar. Saya pingin ketemu Kanit Reskrim,” teriak si pengacara sambil mengacungkan tangannya di dalam video.

Di teras mapolsek, si pengacara kemudian berbicara dengan nada keras bahwa ia tidak terima kliennya oleh polisi diarahkan atau diintervensi untuk tidak menggunakan advokat (pengacara). Ia menyebut tidak hanya sekali dua kali polisi melakukan itu sehingga pada akhirnya atas intervensi yang sifatnya menekan itu klien memutus kuasa advokat.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: Detikcom

Comments
Loading...