Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

ROAD TO IDC AMSI 2021

Pemahaman soal Konservasi Karimunjawa Masih Minim

Kawasan Karimunjawa. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Jepara – Pulau Karimunjawa sudah masuk dalam cagar biosfer dan menjadi kawasan konservasi. Namun, ternyata tak banyak orang yang datang untuk berwisata mengetahui hal itu.

Hal itu disampaikan oleh Sutris Harianta, Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional (BTN) Karimunjawa dalam Road to Indonesia Digital Conference (IDC) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMS) 2021 dengan tema ‘Digitalisasi Wisata Karimunjawa’, Selasa (16/11/2021).

Pihaknya menilai bahwa branding Karimunjawa sebagai kawasan konservasi dan bukan semata-mata destinasi wisata masih belum terkoordinasi dengan baik.

“Jadi Karimunjawa masih dipahami sebagai sebuah kawasan destinasi wisata. Tapi belum dipahami bahwa Karimunjawa itu merupakan sebuah kawasan konservasi,” kata Sutris.

Untuk membuka pemahaman publik terkait hal tersebut, pihak BTN Karimunjawa sejauh ini sudah melakukan berbagai sosialisasi. Sosialisasi itu dijalankan melalui platform digital seperti media sosial dan website resmi.

Baca: Sandiaga Uno: Karimunjawa Lokasi Diving Terbaik di Dunia

Namun, lanjut Sutris, sayangnya tidak semua wilayah di Karimunjawa sudah memiliki fasilitas akses internet dengan mudah. Hingga saat ini, pulau yang memiliki sinyal internet kuat hanya di Pulau Karimunjawa dan Pulau Kemujan. Sedangkan, di Pulau Genting, Parang dan Nyamuk sinyalnya masih lemah.

“Yang akan segera menyusul (sinyal cepat, red) adalah Pulau Parang dan Pulau Nyamuk. Yang sekarang baru dibangun BTS. Jadi di sana disupport PLTS, tenaga surya. Hybrid, antara tenaga surya dan disel,” ujar dia.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...