Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

MUI Grobogan Kini Punya Rumah Mualaf, Ini Fungsinya

Pengurus Rumah Mualaf MUI Grobogan periode 2021-2026 dikukuhkan. (MURIANEWS/Dani Agus)

MURIANEWS, Grobogan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Grobogan kini memiliki rumah mualaf. Para pengurusnya pun dilantik Selasa (16/11/2021) hari ini di Gedung Riptaloka, Setda Grobogan.

Keberadaan fasilitas ini difungsikan sebagai ruang bagi para mualaf untuk mendapatkan pelayanan dan pendampingan bidang sosial, keagamaan hingga perekonomian.

Sekretaris MUI Grobogan Nur Kholis mengungkapkan, angka mualaf di Grobogan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dalam beberapa tahun terakhir, angkanya sudah ada ratusan orang yang berasal dari berbagai latar belakang.

“Meski demikian, selama ini, wadah untuk menampung mereka ini (mualaf) belum ada. Oleh sebab itulah, perlu dibikin rumah mualaf ini. Adanya fasilitas ini nanti juga berfungsi sebagai tempat menjalin komunikasi bagi para mualaf,” katanya.

Pengukuhan Pengurus Rumah Mualaf Grobogan dilakukan Wakil Ketua Rumah Mualaf Jateng KH Baedowi. Pelantikan dihadiri Sekretaris Umum MUI Jateng KH Muhyiddin, Ketua MUI Grobogan KH Yasin, Kepala Bakesbangpol Daru Wisakti, perwakilan forkopimda dan sejumlah pejabat terkait.

Menurut Nur Kholis, seorang mualaf perlu mendapat pendampingan secara berkelanjutan. Dalam pendampingan ini, mereka akan mendapat bimbingan masalah peribadatan, belajar membaca ayat suci hingga kajian keagamaan.

“Secara sosiologis, seorang mualaf juga bisa mengalami efek sosial dan ekonomi akibat berpindah agama. Oleh sebab itu, program pendampingan ini tentunya sangat dibutuhkan. Jadi, ketika mereka mengalami kesulitan, semaksimal mungkin akan kita bantu,” jelasnya.

Baca: Sering Lihat Teman Satu Sel Mengaji, Napi LP Kedungpane Asal Nigeria Jadi Mualaf

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Jateng KH Muhyiddin menambahkan, dalam MUI, mualaf merupakan bagian dari umat yang menjadi sasaran pembinaan. Mengingat keterbatasan fasilitas dan anggaran, maka dalam pembinaan mualaf MUI akan birsinergi dengan Baznas.

Dalam melakukan pembinaan, para pengurus rumah mualaf harus tahu betul latar belakang dan masalah mualaf sehingga bisa memberikan penanganan dengan tepat. Kemudian, pendampingan ekonomi juga perlu diperhatikan karena ada mualaf yang diasingkan oleh keluarganya.

“Perlu juga dilakukan adanya pendataan mualaf dan lakukan pendekatan dengan cinta kasih. Yang tidak kalah penting adalah menjaga para mualaf agar tidak terjerumus ke dalam kelompok garis keras atau terorisme,” katanya.

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...