Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Olah Sampah Jadi BBM, Desa di Kudus Ini Bisa Irit Puluhan Juta

Warga menunjukkan BBM hasil olahan dari sampah plastik. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Desa Sidorekso, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, memilih mengolah sampah plastik di desanaya menjadi bahan bakar minyak (BBM). Dengan pengolahan ini, pihak desa bisa menyimpan dana hingga puluhan juta rupiah.

Dana itu yang biasanya digunakakan untuk membersihkan dan merawat tempat penampungan sementara (TPS) di desa itu. Dalam setahun biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 30 juta untuk pembersihan TPS ini.

Selain itu, Kades Sidorekso Mochamad Arifin menyebut jika TPS dan dan bank sampah tak bisa menyelesaikan masalah sampah secara penuh.

Oleh karenanya ia mendatangkan mesin pengolah sampah menjadi BBM bernama Pirolisis. Mesin ini bisa mengolah sampah plastik menjadi bensin dan solar.

“Bank sampah tidak menyelesaikan permasalahan sampah. Bank sampah dan TPS hanya mengulur waktu saja. Mereka yang memilah juga kewalahan. Setelah itu juga nantinya semua masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” katanya, Selasa (16/11/2021).

Ia menyebut, tiap hari sampah yang dari Desa Sidorekso yang masuk ke TPS rata-rata tiga pikap. Jumlah ini cukup banyak jika harus dikelola secara manual.

“Dengan adanya inovasi ini saya rasa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak perlu pusing menyelesaikan permasalahan sampah,” terangnya.

Tidak berhenti di situ, dengan hadirnya mesin Pirolisis itu menurutnya dia tidak perlu mengeluarkan biaya hingga Rp 30 juta dalam setahun untuk bersih-bersih TPS.

“Per tiga bulan sekali itu kami bersih-bersih TPS. Artinya setahun kan kami bersih-bersih sebanyak empat kali. Sekali bersih-bersih TPS itu kami mengeluarkan biaya Rp 7 juta. Karena harus sewa truk juga. Kalau ada mesin Pirolisis ini bisa meminimalisir pengeluaran,” terangnya.

Baca: WOW! Kades di Kudus Olah Sampah Plastik Jadi BBM

Dia mengatakan, saat ini jika sampah yang dikumpulkan bisa banyak, pihaknya memiliki target setidaknya dapat menghasilkan BBM 80 liter per hari.

“Kalau bisa menghasilkan 80 liter per hari, misal kami jual Rp 10 ribuan per liter itu pendapatan kami bisa Rp 800 ribu. Kemudian dikurangi Rp 400 ribu untuk bayar pegawai. Masih untung Rp 400 ribu. Tetapi sekali lagi bukan ke situ arahnya. Tetapi lebih untuk mengurangi sampah,” ungkapnya.

Dia berharap dengan adanya mesin ini dapat mengurangi permasalahan sampah. Selain itu juga dapat membantu perekonomian warga yang rata-rata sebagai yang membutuhkan minyak tanah.

Diberitakan sebelumnya, mesin Pirolisis itu dapat mengubah sampah plastik menjadi BBM berupa solar dan bensin. Nantinya, untuk hasil BBM berupa bensin pihaknya akan mengolah kembali menjadi thiner. Sedangkan solar akan diarahkan ke minyak tanah.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...