Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

ROAD TO IDC AMSI 2021

Produk UMKM Berdaya Saing, Tapi Tak Punya Akses Ekspor

Darmansjah: Produk UMKM Berdaya Saing, Tapi Tak Punya Akses Ekspor
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Darmansjah M Prijanto. (YouTube/AMSI)

MURIANEWS, Balikpapan – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Darmansjah M Prijanto menyebut banyak UMKM yang punya produk berdaya saing dan berkualitas ekspor.

Sayangnya, lanjut Darmansjah, mereka tidak memiliki akses maupun strategi dan pengetahuan untuk melakukan ekspor. Ketarampilan mereka juga kurang mumpuni untuk menembus pasar ekspor.

Padahal, permintaan pasar global cukup meningkat. Namun, terkadang pelaku UMKM ini terkendala biaya untuk meningkatkan produksinya. Di sisi lain masih ada pelaku UMKM tidak memahami pembiayaan perbankan.

“Perlu kurikulum dan pengembangan UMKM Go Eksport, sesuai kebutuhan yang terus berkembang,” ujarnya dalam webinar Road to IDC AMSI 2021 sesi kedua, Kalimantan Timur, Senin (15/11/2021) dalam rilis yang diterima MURIANEWS, Selasa (16/11/2021).

Pemilik StartUp Aruna Indonesia, Utari Octavianty mengatakan pengembangan usaha lewat digitalisasi akan membantu masyarakat dalam meningkatkan usahanya. Saat ini, lanjut Utari, Aruna telah banyak dimanfaatkan nelayan di berbagai daerah.

“Fokus kami membantu para nelayan di berbagai daerah. Khususnya, dalam pengembangan usaha kelautan dan perikanan, baik dari strategi peningkatan produk atau tanggapan maupun pemasaran,” katanya.

Baca juga: Giwang, Aplikasi Pendongkrak Wisata Sumsel

Selanjutnya, Rektor Universitas Balikpapan (UNIBA) Isradi Zainal dalam kajian akademis menyampaikan, UMKM salah satu sektor ekonomi cukup kuat dalam menghadapi situasi ekonomi melemah.

Ia mengatakan, UMKM juga memiliki kontribusi besar dalam Pendapatan Domestik Bruto (PDB), 61.97% atau sebesar Rp.8.500 triliun dari total PDB nasional d itahun 2020.

Menurutnya, sektor UMKM yang dapat bertahan di saat krisis politik dan ekonomi 1998. “Pengembangan UMKM melalui digitalisasi sangat diharapkan, untuk mengembangkan usaha, di masa ekonomi lagi lesu, utamanya di masa pandemi ini,” jelasnya.

Hanya saja tantangan para pelaku UMKM, diantaranya minimnya modal usaha, pengelolaan keuangan belum efisien dan kurangnya inovasi produk. Walaupun, beberapa pelaku usaha UMKM telah memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan usahanya.

“Dunia digital juga banyak membantu pelaku usaha UMKM untuk memaksimalkan pemasaran produk,” paparnya.

Sesi webinar Kaltim ini mendapat dukungan dari mitra kampus yaitu Universitas Mulawarman, Universitas Islam Negeri Samarinda, Universitas 17 Agustus Samarinda, Universitas Mulia (Samarinda), Universitas Balikpapan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan, dan Politeknik Negeri Balikpapan. IDC AMSI 2021 mendapat dukungan sponsor dari Google, BNI, Astra, Bank Raya, PT. PLN Persero, Pertamina, bank bjb, PT. Bank Central Asia. Tbk, PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya, MS Glow, dan Bank Kaltimtara.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...