Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

METRO JATENG

19 Juta Warga Jateng Telah Divaksin, Jogo Tonggo Punya Tugas Baru

Gubernur Jawa Tengah memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Semarang – Jumlah warga Jawa Tengah yang telah mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 sudah mencapai sekitar 19 juta orang. Jumlah itu setara dengan 66 persen dari target 28.727.805 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo mengatakan capaian itu untuk dosis pertama. Sementara untuk dosis dua capaianya skeitar 41 persen.

meski demikian, masih ada sepuluh daerah yang menjadi perhatian. Pasalnya, capaian vaksinasi lanjut usia (lansia) masih rendah.

“Ada 10 kabupaten perlu diperketat, karena kalau tidak (vaksinasi lansia, red) minimal 40 persen levelnya tiga terus, tidak bisa level dua. Meskipun secara total 50 persen tapi lansia di bawah 40 persen tetap level tiga. Harus mempercapat sasaran lansia,” katanya, Senin (15/11/2021).

Dikatakannya, leveling ditentukan oleh angka cakupan vaksinasi secara keseluruhan dan lansia. Untuk level dua, vaksinasi dosis pertama minimal harus 50 persen dan lansia 40 persen.

”Untuk level satu 70 persen dan lansia 60 itu harus dua-duanya. Itu tidak bisa diambil salah satu. Indikator itu saling berpengaruh,” ujarnya.

Kesepuluh daerah tersebut meliputi Jepara, Pemalang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pekalongan, Purbalingga, Pati, Batang, Banjarnegara, Blora, dan Kudus. Sementara satu kabupaten yang vaksinasi umum belum di atas 50 persen adalah Kabupaten Banjarnegara.

Baca: Vaksinasi Lansia Sepuluh Daerah di Jateng Masih Rendah

Untuk memacu vaksinasi itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengalihkan tugas Jogo Tonggo untuk fokus membantu percepatan vaksinasi Covid-19 untuk kalangan lansia. Hal itu, terutama di kabupaten/kota yang masih di bawah 50 persen angka cakupan vaksin kalangan lansia.

“Jogo Tonggonya kayaknya dipindahkan untuk membantu vaksin kali ya. Karena soal makanan, soal kesehatan alhamdulillah relatif terkendali, sehingga mereka ya tidak terlalu sibuk lagi, dan bisa kita alihkan menggerakkan atau mencari tetangga yang sepuh yang belum disuntik atau belum divaksin,” terangnya.

Baca: Bupati Banyumas Takut OTT KPK, Ganjar Bilang Gini

Menurutnya, stok vaksin yang diterima Jawa Tengah saat ini sangat banyak dan cukup untuk keperluan vaksinasi di seliuruh daerah di Jawa Tengah. Sehingga, ketersediaan vaksin tidak ada persoalan jika harus dilakukan penyuntikan secara massif.

“Vaksin sekarang banyak banget, kita cukup, maka segera distribusikan ke teman-teman (kabupaten/kota). Lalu dilakukan serangan yang lebih masif lagi. Harapan minggu ini mereka bisa mengerahkan segala kekuatan untuk bisa vaksin,”  pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...