Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

METRO YOGYAKARTA

DIY Kembalikan Stok Vaksin Ke Pusat, Ada Apa?

DIY Kembalikan Stok Vaksin Kedaluwarsa Ke Pusat
Ilustrasi Stok Vaksin (YouTube/Sekretariat Presiden)

MURIANEWS, Yogyakarta – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembalikan sejumlah stok vaksin ke pusat. Vaksin yang dikembalikan itu hampir kedaluwarsa.

Seperti diketahui, pemerintah pusat mendapatkan laporan vaksin kedaluwarsa dari beberapa daerah di NTT, Jawa Tengah, dan DIY. Pemerintah sendiri sudah mewanti-wanti penggunaan vaksin kedaluwarsa itu.

Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan, seluruh vaksin Covid-19 yang dialokasikan untuk DIY sebelum memasuki masa kedaluwarsa telah dikembalikan ke Pemerintah Pusat.

“Untuk DIY sebelum kadaluwarsa sudah kita kembalikan ke pusat dan direalokasi ke provinsi lain,” kata Berty dalam keterangannya dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (15/11/2021).

Baca juga: Ada Vaksin Kedaluwarsa, Kemenkes Tunggu BPOM

Berty mengatakan vaksin berjenis AstraZeneca itu dikirim kembali ke pusat pada Oktober lalu, atau sebulum sebelum jatuh tempo masa kedaluwarsa. Meki begitu, Berty mengaku tak hafal detail jumlah dosis yang dikembalikan itu.

“Itu (pengembalian) terjadi bulan lalu, untuk vaksin AZ (AstraZeneca) yang akan expired (kedaluwarsa) awal November lalu. Lalu kami laporkan ke pusat secara tertulis dan diambil oleh beberapa kabupaten di Jateng dan Jatim,” tutup Berty.

Baca juga: Pemerintah: Hati-hati dengan Vaksin Kedaluwarsa

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku menerima pesan khusus dari Presiden Joko Widodo yang mewanti-wanti vaksin kadaluwarsa di beberapa daerah, mulai dari Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga DIYberdasarkan laporan selama sebulan terakhir.

Budi mengaku menerima pesan khusus dari Jokowi agar kasus tersebut menjadi perhatian. Presiden meminta agar vaksin yang terancam melewati masa tenggat penggunaan bisa segera dialihkan.

“Pak Presiden juga menekankan bahwa hati-hati dengan vaksinasi kedaluwarsa. Jadi beberapa provinsi yang laporannya sampai seperti NTT, Jateng, Yogya, perlu diperhatikan agar vaksinasinya jangan sampai kedaluwarsa,” kata Budi dalam jumpa pers daring, Senin (15/11/2021).

“Kalau sudah dekat kedaluwarsa, mungkin kita mengalihkan ke provinsi-provinsi membutuhkan atau ke TNI dan Polri,” tambahnya.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...