Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Biaya Kunker Terancam Hilang, Ini Tanggapan DPRD Kudus

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kudus Muhtamat. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus dimungkinkan tidak memasukkan anggaran biaya operasional kunjungan kerja (kunker) DPRD ke dalam Perkada untuk Perubahan APBD 2021 Kudus. Alasannya, karena dianggap tidak terlalu penting dan mendesak.

Alasan lainnya, karena rekomendasi dari Kemendagri yang juga menyebut jika biaya kunker anggota dewan di akhir tahun bukan kategori progam yang mendesak.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kudus Muhtamat pun merespon hal tersebut. Dia mengaku, sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan tak cairnya anggaran kunker.

Namun, yang perlu digarisbawahi adalah telatnya penyerahan draf perubahan APBD dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Bagi kami kalangan anggota dewan tak terlalu masalah jika tidak bisa kunker. Namun yang jadi permasalahan adalah telatnya penyerahan draf APBD P oleh TAPD yang pada akhirnya mengharuskan APBD P ditetapkan Perkada,” kata Muhtamat, Senin (15/11/2021).

Baca: Biaya Kunker DPRD Kudus Bakal Hilang di Perkada

Muhtamat mengatakan, dengan adanya kejadian seperti ini, banyak program pembangunan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat akhirnya tak bisa dijalankan secepatnya. Alasannya adalah karena minimnya waktu.

DPRD, kata dia, dalam pembahasan juga sempat mengajukan program bantuan hibah untuk pengurus masjid dan musala. Namun akhirnya juga dimungkinkan tak bisa terlaksana.

“Kami sudah capek-capek melakukan pembahasan, tapi akhirnya percuma karena tak bisa dilaksanakan,” pungkasnya.

Perda Perubahan APBD 2021 Pemkab Kudus sendiri sebelumnya tak bisa dievaluasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo karena Pemkab terlambat mengirimkan. APBD Perubahan pun akhirnya boleh dijalankan dengan Perkada atas izin Kemendagri.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...