Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Kaltim Belajar Pelibatan Swasta di SMK-SMK Kudus

Rombongan Disdik Kaltim mengunjungi SMK 2 PGRI Kudus. (MURIANEWS/Anggara Jiwandhana)

MURIANEWS, Kudus – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah-sekolah di Kabupaten Kudus. Mereka, belajar bagaimana swasta turut andil dalam membangun pendidikan khususnya di sekolah kejuruan.

Ada tujuh sekolah binaan swasta yang dikunjungi oleh rombongan. Di antaranya, SMK Raden Umar Said, SMK NU Banat, SMK NU Ma’arif, SMK Duta Karya, SMK Wisudha Karya, hingga SMK PGRI 1 dan 2 Kudus.

“Di Kabupaten Kudus ternyata kontribusi swasta sangat besar, khususnya Djarum Foundation ini, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri,” kata Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Kaltim Deslan Nispayani di sela kunjungannya di  SMK PGRI 2 Kudus, Senin (15/11/2021).

Hal tersebutlah, imbuhnya, yang akan coba diterapkan di Kaltim. Di mana sekolah-sekolah di sana bisa meyakinkan pihak swasta untuk turut mengembangkan pendidikan di SMK. Baik dari segi infrastruktur atau kultur pendidikannya.

“Kami akan belajar lebih dalam lagi bagaimana sekolah bisa nyambung dengan dunia industri dan swasta ini,” imbuhnya.

Di Kaltim sendiri, imbuh dia, banyak perusahaan swasta besar yang turut membantu pengembangan pendidikan. Namun memang tidak sampai yang terjun terlalu dalam. Sementara secara pembelajaran sendiri, baik di Kudus maupun di wilayahnya memang hampir sama.

“Semua kejuruan yang kami kunjungi juga relevan dengan keadaan di sana, ada rekayasa perangkat lunak, kemaritiman, pariwisata, hingga tata boga,” lanjutnya.

Baca: Bawang Merah di Petani Kudus Rp 5 Ribu, Tapi di Pasar Rp 25 Ribuan

Deslan berharap, dengan studi bandingnya ke Kudus ini, wilayahnya bisa menerapkan ilmu menarik minat swasta untuk membantu pengembangan pendidikan di calon ibu kota baru tersebut.

Sementara Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation Theresia Zeldagne Loudoe menyebutkan, hingga saat ini, ada sebanyak 18 sekolah binaan Djarum Foundation di Kudus. Dengan jumlah kompetensi sebanyak 20 bidang.

Di antaranya, animasi, rekayasa perangkat lunak, pariwisata, tata boga, tata busana, kehotelan, operasional hotel,  hingga beauty and spa.

“Semaksimal mungkin kami ingin menciptakan SDM yang layak dan berkompeten ketika nanti mereka lulus dari sekolah,” kata dia.

Baca: Biaya Kunker DPRD Kudus Bakal Hilang di Perkada

Theresia pun menyebutkan, sekolah yang bisa menjadi mitra binaan Djarum Foundation adalah sekolah yang punya peta yang jelas. Sehingga pihak swasta bisa turut mengerti apa yang akan dipersiapkan untuk membentuk SDM yang berkualitas.

“Sehingga tidak hanya bantuan fisik saja kemudian selesai ditinggal, tapi pembentukan karakter siswa juga harus diperhitungkan sekolah,” pungkasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...