Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

PTM Sukun Borong Piala di Kejuaraan PTMSI Kota Semarang

PTM Sukun Borong Piala di Kejuaraan PTMSI Kota Semarang
PTM Sukun Borong Piala di Kejuaraan PTMSI Kota Semarang. (MURIANEWS/Istimewa)

MURIANEWS, Kudus – Persatuan Tenis Meja atau PTM Sukun Kudus borong piala dari empat kategori di kejuaraan tenis meja PTMSI Kota Semarang, 13-14 November 2021.

Tak hanya itu, PTM Sukun juga berhasil menduduki peringkat dua ataupun peringkat tiga bersama di lima kategori yang dipertandingkan.

Kejuaraan itu sendiri diikuti sekitar 200-an peserta dari berbagai kategori. PTM Sukun mengikuti lima kategori dalam kejuaraan tersebut.

Baca juga: Atlet PTM Sukun Ditarget Tembus 10 Besar di Doha

Kategori Kadet Putra, berhasil dijuarai Daffa Putra Pratama. Sementara, Rasya Marchelino menduduki peringkat tiga.

Kemudian, kategori Kadet Putri harus berpuas menduduki peringkat kedua yang didapat Zahra. Sedangkan di peringkat ketiga didapat Ni Ketut Devinta Maharani dan Adisty Norma.

Selain itu, Hafidz Nur Annafi mampu menjuarai kategori junior putra, dan rekannya Daffa Putra Pratama berada di peringkat tiga bersama.

Kategori Junior putri dijuarai Siti Aminah dan Dwi Oktaviyani di posisi kedua. Sementara kategori senior putri Putri Deni Wulandari juga mampu menyabet juara dan Siti Aminah menempati peringkat tiga bersama.

Pelatih Fisik PTM Sukun, Frengki Setyo merasa bersyukur dengan capaian prestasi yang diraih anak asuhnya di kejuaraan PTMSI Kota Semarang. Apalagi, minimalnya tiga juara yang diraih kini telah terlampaui.

“Kami puas lah dengan hasil yang sudah diraih. Capaian target sebenarnya tiga juara, tapi akhirnya dapat empat ini luar biasa,” katanya pada MURIANEWS, Senin (15/11/2021).

Meski demikian, pihaknya menyebut masih perlu adanya evaluasi yang harus terus dilakukan kepada belasan atletnya itu, dengan menggenjot latihan hingga mengikuti berbagai kejuaraan. Sehingga, jam terbang ataupun teknik permanian para atlet akan semakin terbentuk.

“Meskipun puas tapi kami akan tetep evaluasi, mereka masih perlu jam terbang panjang. Baik secara teknik, taktik, sampai mental masih perlu berbenah,” ungkapnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...