Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Tetap Wajib Prokes Meski Covid-19 Melandai, Ini Alasannya

tetap wajib prokes meski Covid-19 Melandai
Ilustrasi: Pelanggar prokes diberi sanksi sosial menyapu jalanan. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Jakarta – Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kasus Covid-19 Indonesia sudah melandai. Namun, penerapan protokol kesehatan atau prokes tetap wajib dilakukan.

Luhut menyebut, penerapan prokes kudu dilakukan dan mewaspadai terjadinya lonjakan Covid-19. Dia lantas mencontohkan kenaikan kasus yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa.

“Gini loh, sekarang Amerika, Eropa itu angkanya naik semua. Jadi, kita harus hati-hati, saya titip itu. Jadi angka (kasus) Eropa dan Amerika sekarang naik,” ujar Luhut di Polda Metro Jaya, Senin (15/11/2021) dikutip dari CNN Indonesia.

Meski kasus Covid-19 secara nasional melandai, ia mengungkapkan ada indikasi peningkatan kasus di beberapa kabupaten dan kota. Komandan PPKM Jawa-Bali itu pun menyinggung kebijakan tes PCR bagi pelaku perjalanan yang sempat diterapkan.

Baca juga: Maret-April, Denda Pelanggaran Prokes di Kabupaten Semarang Tembus Rp 12 Juta, Semua Diserahkan ke Kas Daerah

Menurutnya, kewajiban tes PCR itu salah satunya untuk menekan penyebaran kasus di daerah. “Sekarang Amerika mau lakukan itu, dalam negeri kita ramai-ramai malah batalin, ya sudah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan ada beberapa daerah di Jawa-Bali yang turun ke level 1 dalam penerapan PPKM kali ini. Meskipun demikian, terdapat juga kabupaten/kota yang naik level.

“Pasti ada (daerah yang turun ke level 1), tapi yang sekarang level mau naik pasti ada, maka kita harus hati-hati lah,” katanya.

Pelaksanaan PPKM berlevel untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19) di Jawa-Bali yang dimulai sejak 2 November lalu, berakhir hari ini, Senin (15/11). Sementara PPKM di luar Jawa-Bali baru akan berakhir pada 22 November mendatang.

Dihimpun dari data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 nasional selama periode 2-14 November 2021, tercatat DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus konfirmasi covid-19 tertinggi dibandingkan enam provinsi lainnya.

Sementara Jawa Timur (Jatim) menjadi provinsi dengan jumlah kematian warga akibat terinfeksi covid-19 terbanyak. Data tersebut merupakan kumulatif selama kurun waktu 13 hari terakhir ini.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...