Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

KH Hayatun Nufus Anggap Konfercab NU Jepara Sah

KH Hayatun Nufus memberikan sambutan pada pembukaan Konfercab PCNU Jepara ke- 32. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Ketua Tanfidhiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara KH Hayatun Nufus menepis semua tuduhan bahwa kepengurusannya tidak memiliki legalitas hukum. Pihaknya juga menangkis anggapan bahwa pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) PCNU tidak sah.

Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan di Konfercab PCNU Jepara, di Pondok Pesantren Balekambang Jepara, Senin (15/11/2021).

Sebelumnya, ada pihak yang menilai bahwa kepengurusan PCNU periode 2015-2020 sudah habis pada 5 September 2021 lalu. Otomatis, Konfercab itu juga dinilai tidak sah karena tak memiliki legalitas yang jelas.

Baca: Konfercab PCNU Jepara Dipermasalahkan

Gus Yatun, sapaan akrab KH Hayatun Nufus, menegaskan bahwa kepengurusan dan Konfercab itu sah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menjelaskan, pada 11-12 November lalu, ia dan beberapa pengurus datang ke Kantor Pengurus Besar NU (PBNU) untuk menemui KH Said Aqil Siradj dan Sekertaris Jendralnya, Helmy Faishal.

Dalam pertemuan itu, PBNU memutuskan PCNU Jepara diberi batas waktu untuk menyelenggarakan Konfercab maksimal 20 November 2021 ini.

“Hasil dari Jakarta, kami sudah menjelaskan hari Sabtu, MWC-MWC (Majelis Wakil Cabang, red) saya undang. Tapi ada yang tidak hadir. Jam ini saya sampaikan, saya tegaskan bahwa kepengurusan PCNU Jepara sah, sah, sah, ndak ada masalah,” tegas Gus Yatun.

Baca: Kader Muda NU Jepara Bersuara soal Konfercab

Selain keabsahan kepengurusan, lanjut Gus Yatun, pihaknya juga menegaskan bahwa Konfercab ini juga sah secara organisatoris dan agama.

“Saya beberapa kali ke Jakarta. Sampai satu bulan setengah enam kali. Ngurusi masalah-masalah, terutama di Jepara. Tapi alhamdulillah, hari Jumat (12 November) kami pulang membawa surat sakti. Alhamdulillah hari ini bisa melaksanakan Konferensi NU Jepara ke- 32 tanpa ada halangan sesuatu,” jelas Gus Yatun.

Selain legalitas kepengurusan yang dipermasalahkan, sejumlah pihak juga mempersoalkan penempatan lokasi Konfercab di Ponpes Balekambang Jepara. Terkait hal ini, Gus Yatun justru menilai hal itu merupakan hal yang tidak masuk akal.

Gus Yatun beralasan bahwa sudah sejak lama ia mengarahkan agar kegiatan-kegiatan semacam konferensi di NU harus dilaksanakan di ponpes. Sebab, ia menilai ponpes adalah identitas dari ruh NU.

“Ruh dari NU adalah di pesantren. Bukan di universitas manapun, tidak,” tandas Gus Yatun.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...