Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Banyak Pejabat Blusukan Jelang Pilpres 2024, Ini Kata Pengamat

Jelang Pilpres 2024 mendadak banyak pejabat blusukan
Jokowi blusukan di Sulawesi Utara Juli 2019 lalu usai Pilpres 2019. (Dok. presidenri.go.id)

MURIANEWS, Jakarta – Menjelang Pilpres 2024, mendadak banyak pejabat blusukan ke beberapa daerah. Kebiasaan ini jadi tren karena dianggap bisa menarik simpati rakyat.

Kendati Blusukan baru dikenal di era kepemimpinan Presiden Jokowi. Sebenarnya, sejak dulu sudah banyak pemimpin yang melakukan itu.

Namun, sejumlah pengamat menyebut gaya blusukan seperti yang diusung Jokowi sudah tak relevan lagi. Terlebih saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi, termasuk di Indonesia.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin mengatakan gaya blusukan memang masih diperlukan, misalnya untuk memastikan kondisi nyata di lapangan. Akan tetapi, dia mengingatkan bahwa blusukan tak akan menyelesaikan persoalan.

Contohnya, lanjut dia, tindakan Jokowi menelepon Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin karena kosongnya stok obat di apotek yang didatangi, pada Juli 2021. Menurut Ujang, mungkin saja masalah di apotek tersebut akan selesai, tetapi tak menyelesaikan kelangkaan obat di banyak daerah di Indonesia.

“Carut marut penanganan pandemi juga tak akan bisa teratasi hanya dengan blusukan, dan blusukan saat ini bagi rakyat terkesan pencitraan,” kata Ujang.

Begitupun dengan kegiatan blusukan yang pernah dilakukan Jokowi ke apotek di Bogor pada bulan sama. Menurut Ujang, seharusnya Presiden mengambil langkah kebijakan yang jelas dan tegas untuk menangani Covid-19.

“Jangan sampai rakyat menilai blusukan Jokowi tersebut untuk menutupi banyak persoalan menangani Covid-19,” kata Ujang.

Pengamat menilai, banyak tokoh politik yang melakukan blusukan memiliki motif politik. Misalnya ketika Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan blusukan ke wilayah Thamrin, Jakarta Pusat, tak lama setelah dirinya menjabat Mensos.

Baca juga: Foto Wagub Jateng Dipajang Pada Video Tentang Pelapor Aksi Blusukan Risma, Begini Reaksinya

Menanggapi gebrakan Risma tersebut, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai mantan Wali Kota Surabaya itu tak sekadar bekerja sebagai Mensos. Di balik itu semua, Jerry melihat ada manuver politik yang dilakukan Ketua DPP PDIP tersebut menuju ajang pemilu berikutnya.

“Saya lihat gaya ini (blusukan Risma) bagian manuver politik,” kata Jerry saat dimintai keterangan oleh awak media, Selasa (5/1/2021).

Bahkan, Presiden juga ditengarai memiliki agenda tertentu setelah diketahui semakin intens melakukan blusukan. Akhir-akhir ini, Jokowi memang semakin rutin blusukan ke daerah-daerah, mirip ketika dia masih melakukan kampanye.

Pakar politik sekaligus pendiri lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menjelaskan ada beragam aksi yang dilakukan Jokowi selama blusukan belakangan ini. Cara Jokowi blusukan tersebut sebetulnya erat kaitannya pada saat pencitraan pada zaman kampanye dulu.

“Jadi aktifnya Pak Jokowi melakukan blusukan kemudian kegiatan-kegiatan yang erat kaitannya dengan pencitraan, seperti pada zaman kampanye dulu, misal menanam jagung bareng, menanam mangrove, tersebar foto-foto dia lagi pakai kaus kaki, atau cara lain memberi jaket ke pendukungnya, itu sebetulnya cara-cara dia waktu kampanye,” kata Hendri saat dihubungi, Rabu (6/10/2021).

Lebih jauh, Hendri mengatakan ada dua kemungkinan dari aktivitas blusukan tersebut. Pertama, Jokowi ingin diingat sebagai presiden yang humble ketika selesai menjabat.

Kemungkinan kedua, lanjut Hendri, bisa jadi hal tersebut ada kaitannya dengan usaha Jokowi untuk mendorong dirinya bisa menjabat hingga 3 periode. Meskipun Jokowi sudah mengelak, menurut Hendri tak salah jika publik berpikir demikian.

“Kalau dari perkataan Pak Jokowi, kan sudah tidak tuh ya, tapi kalau kemudian itu diisukan atau dimunculkan isu seolah-olah blusukan Pak Jokowi atau pencitraan Pak Jokowi yang dilakukan akhir-akhir ini adalah untuk membentuk opini dan persiapan bila ada perpanjangan masa jabatan presiden atau presiden tiga periode, ya tidak bisa disalahkan juga,” jelasnya.

Dia menyebut kebenaran di antara kedua persepsi itu akan terbukti nantinya. Menurutnya, Jokowi bisa jadi tengah berupaya meninggalkan legacy sebagai presiden dekat dengan rakyat yang humble atau bisa jadi Jokowi tengah bersiap menjadi presiden periode ke-3.

Kini, banyak pejabat mendadak blusukan ke daerah-daerah di Indonesia. Baru-baru ini misalnya, Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi Sleman, Yogyakarta untuk bertemu petani serta memantau vaksinasi. Setelah itu, dia mampir ke Banyuwangi, Jawa Timur untuk bertemu nelayan.

Tak hanya Puan, pejabat lain juga ikut-ikutan melakukan blusukan. Contoh saja Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang November ini menyambangi Mataram dengan agenda mendorong ekonomi kreatif di sana. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan sejumlah pejabat lain juga rutin mengunjungi daerah.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...