Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Harga Bawang Merah di Kudus Anjlok, Ini Sebabnya

Harga Bawang Merah di Kudus Anjlok, Ini Sebabnya
Para petani di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus memanen bawang merah.(MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Harga bawang merah di Kabupaten Kudus anjlok di angka Rp 4-5 ribu per kg. Ada beberapa faktor yang diduga memengaruhi turunnya harga salah satu bumbu dapur itu.

Salah satu petani bawang merah, Zulianto (25) menyebut anjloknya harga bawang merah diperkirakan akibat adanya panen raya yang secara bersamaan dengan sejumlah daerah. Sementara di sisi lain, minat masyarkaat justru menurun.

Faktor itulah yang diduga menyebabkan penjualan bawang berah jadi sulit dan harga melorot tajam.

“Karena itu juga mungkin para tengkulak tidak bisa menjual, karena melimpahnya hasil dari panen raya,” katanya saat ditemui MURIANEWS di areal persawahan Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Sabtu (13/11/2021).

Baca juga: Harga Bawang Merah di Kudus Bikin Petani Mumet

Penurunan harga kali ini disebutnya yang paling rendah. Akibatnya, para petani sangat merugi. Zulianto berharap pemerintah segera mencari solusi agar harga jual bawang merah ini membaik.

“Semenjak dua pekan ini tidak ada kenaikan harga sama sekali. Bapak – bapak yang berwenang khusunya yang menangani pertanian semoga bisa membantu mencarikan solusi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Sunardi menyebut ada beberapa faktor yang memengaruhi harga bawang merah merosot tajam. Salah satunya dipengaruhi adanya pandemi Covid-19.

Baca juga: Harga Bawang Merah Hancur, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Di mana adanya pembatasan kegiatan masyarakat menyebabkan daya beli masyarakat kian berkurang. Harga-harga komoditas di sektor pertanian sendiri, lanjutnya, naik turunya relatif lebih cepat.

“Panen raya yang berbarengan itu jelas juga berpengaruh, tapi tidak berpengaruh langsung dengan kondisi di Kudus. Karena di Kudus tidak termasuk sentral bawang merah,” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya akan berupaya mencarikan solusi untuk mendongkrak hasil pertanian bawang merah para petani di Kudus. Penjualan melalui online dinilai akan menjadi salah satu cara jitu.

“Kami upayakan penjualan online dilatih dari masing-masing penyuluh pertanian, meski di APBD tahun 2021 ini tidak ada anggaranya untuk itu.  Karena di masing-masing penyuluh pertanian selalu kami imbau disamping membantu peningkatan produksi, juga membantu peningkatan income dan kesejahteraan para petani,” jelasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Zulkifli Fahmi

Comments
Loading...