Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Harga Bawang Merah di Kudus Bikin Petani Mumet

Petani memanen bawang merah di persawahan Desa Kalirejo, Kudus. (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

MURIANEWS, Kudus – Harga bawang merah di Kabupaten Kudus terjun bebas. Tak tanggung-tanggung penurunan harga bawang merah di tingkat petani mencapai sekitar 300 persen.

Saat ini harga di tingkat petani di angka Rp 4-5 ribu dari harga normal yang sebelumnya mencapai Rp 15 ribu.

Kondisi itu membuat para petani bawang di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus kelimpungan. Di desa tersebut ada sekitar 20 hektare lahan pertanian yang ditanami bawang merah.

Dari pantauan MURIANEWS di persawahan Desa Kalirejo, belasan petani tengah memanen bawang merah. Namun banyak dari mereka yang mengeluhkan anjloknya harga bawang merah yang cukup signifikan ini.

Salah seorang petani Zulianto (25) mengatakan, turunnya harga bawang merah mulai terjadi sekitar dua pekan terakhir. Awalnya penurunan harga bawang masih diangka Rp 11 per kilogram, namun kini justru anjlok diangka Rp 4-5 ribu.

“Saat ini harga bawah merah sudah anjlok. Semenjak dua pekan ini tidak pernah ada harga naik, ini petani sudah kebingungan,” katanya, Sabtu (13/11/2021).

Harga saat ini disebutnya sebagai harga paling rendah yang pernah terjadi saat masa panen bawang merah. Apalagi kondisi harga jual yang anjlok saat ini tidak membawa keuntungan untuk para petani, malah kerugianlah yang didapatnya.

“Misal satu kotak minimal Rp 10 juta,  tapi hasil panennya itu cuma sekitar Rp 5-7 juta. Sangat merugi, belum juga perawatan dan obat-obatanya,” ungkapnya.

Baca: Harga Bawang Merah Hancur, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Senada petani bawang merah lain, Tasripah juga menyebut, harga jual bawang merah saat ini tak sebanding dengan harga produksi. Padahal, hasil panen bawang merah saat ini tergolong melimpah dan bawangnya juga berukuran besar.

“Bawang merah ini bagus-bagus. Tapi harganya itu turun sangat murah, gak cocok sama produksinya belum lagi obatnya itu sekarang Rp 250 ribu satu botolnya, dan saya butuh sekitar lima botol,” ucapnya.

Alhasil, saat ini pihaknya memilih untuk menimbun terlebih dahulu hasil panen bawangnya hingga nantinya harga kembali naik. Atau tidak, hasil panen saat ini dikeringkan dan diproses untuk pembibitan kembali.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...