Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Begini Cara Tangkal Hama Kwawung di Kelapa Kopyor

Petani membawa alat perangkap hama kwawung. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Hama kwawung menjadi musuh utama bagi pembudidaya kelapa kopyor. Sebab, ketika hama tersebut menyerang, tanaman kelapa bisa mati.

Apalagi untuk mendeteksi muasal dari hama ini memnag tidak mudah. Sehingga pembudidaya harus memahami betul munculnya hama tersebut.

Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (BPTPHP) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah secara langsungdatang ke Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Pati yang merupakan sentra tanaman kelapa kopyor.

Mereka memberikan sosialisasi pengendalian dan menanganan hama kwawung. Para petani kelapa kopyor juga diberikan 25 alat perangkap hama dan 40 kilogram

bubuk Metarhizium anisopliae untuk membasmi kwawung di sarangnya.

Pimpinan Laboratorium Perkebunan  BPTPHP,  Misgiyati mengatakan, serangan hama kwawung yang dihadapi petani bisa  dikarenakan sejumlah faktor. Kepada petani kelapa kopyor ia menegaskan pentingnya kebersihan lingkungan kebun.

“Kwangwung berkembang biak pada sampah organik. Dalam hal ini, petani harus memperhatikan sanitasi lingkungan tempat pertumbuhan kelapa kopyor,” katanya, Sabtu (13/11/2021).

Baca: Pria Ini Patahkan Mitos Blora Tak Cocok Ditanami Kelapa

Menurutnya, apabila di sekitar kebun ada tumpukan sampah maka akan menjadi sarang yang potensial bagi tumbuh kembangnya kwawung.

“Selain lokasi kebun yang memang harus bersih, sanitasi di sekitar lokasi pohon kelapa juga harus diperhatikan. Apalagi jika di sekitar kebun ada peternakan sapi, maka harus ada komunikasi yang baik dengan pemilik peternakan. Karena kwawung sangat suka berkembang biak pada media kotoran sapi,” jelasnya.

Baca: Yogyakarta Tertarik Adopsi Agrowisata Kelapa Kopyor Pati

Menurutnya, yang harus menjadi perhatian adalah lokasi penempatan perangkap. Karena sifatnya yang mengundang hama kwawung harus diperhatikan adalah lokasi penempatan dan arah angin.

“Diusahakan penempatan perangkap ini di tepi kebun. Dan untuk arah angin juga harus diperhatikan. Jika arah angin dari arah barat maka posisi penempatan perangkap ditempatkan di sisi barat kebun. Agar kwawung yang datang bisa masuk ke dalam alat dan tidak masuk ke lokasi kebun,” jelasnya.

Diketahui, beberapa waktu terakhir ini petani kopyor di Kecamatan Dukuhseti dibuat resah dengan serangan masif kwawung. Bahkan, akibat serangan serangga bertanduk ini, ratusan pohon kelapa kopyor produktif mengering dan akhirnya mati.

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...