Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Ada Vaksin Kedaluwarsa, Kemenkes Tunggu BPOM

Ada vaksin kedaluwarsa, Kemenkes tunggu BPOM
Kedatangan vaksin Pfizer dan AstraZeneca. (Dok. Satgas Covid-19)

MURIANEWS, Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait penggunaan vaksin kedaluwarsa. BPOM sendiri masih mengevaluasi itu.

Seperti diketahui, Kemenkes telah menerima laporan adanya vaksin kedaluarsa di Kabupaten Kudus, lebih dari 4 ribu dosis. Temuan serupa juga dilaporkan di NTT, sekitar 5 ribu dosis vaksin jenis AstraZeneca.

“Mengenai apakah bisa digunakan atau tidak itu kita tunggu hasil evaluasi BPOM ya,” kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melansir dari CNN Indonesia, Sabtu (13/11).

Ribuan dosis vaksin itu saat ini masih tersimpan di masing-masing pemerintah daerah. Vaksin-vaksin itu dipastikan belum digunakan.

Baca juga: Kudus Tunggu Rekomendasi BPOM soal Vaksin Kedaluwarsa

Nadia sendiri sudah mewanti-wanti pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam menyiapkan logistik vaksiniasi. Untuk menghindari vaksin kedaluwarsa, Nadia mendorong pemerintah daerah di level provinsi maupun kabupaten/kota untuk tidak menunda program vaksinasi.

Menurutnya, program vaksinasi nasional tak lain adalah untuk memberikan proteksi tambahan bagi warga negara Indonesia agar tidak rentan terpapar Covid-19. Selain itu, upaya pemerintah untuk mendapatkan stok vaksin Covid-19 yang terbatas di dunia bukanlah sebuah hal yang mudah.

“Kita berharap ini jadi pembelajaran bagi daerah lain untuk lebih hati-hati dalam mengelola logistik vaksin. Percepat laju vaksinasi supaya vaksin segera digunakan secara optimal,” ujarnya.

Baca juga: Kronologi Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa di Kudus

Kemenkes per Jumat (12/11) Pukul 12.00 WIB mencatat setidaknya 129.089.388 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 82.818.492 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.

Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 61,98 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 39,77 persen.

 

Penulis: Zulkifli Fahmi
Editor: Zulkifli Fahmi
Sumber: CNN Indonesia

Comments
Loading...