Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

Penjualan Biji Kopi Mentah di Pati Lesu

Penjual kopi di Pati menyortir kopi mentah. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Tiga bulan terakhir, harga kopi dari petani di Kabupaten Pati cenderung mengalami kenaikan secara berangsur. Semula, harganya Rp 20.000/kg berangsur naik hingga tembus diharga Rp 24.000/kg.

Kenaikan ini, satu sisi memang membuat petani kopi gembira. Apalagi selama tiga tahun sebelumnya, harga kopi sempat anjlok.

Namun di sisi lain, penjual kopi mentah justru meradang. Sebab, permintaan pasar rupanya juga menurun.

Hal ini diakui oleh Mohammad Riyadi, salah satu penjual kopi mentah (green been coffe) di Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Menurutnya, semenjak harga kopi naik, penjualannya justru malah menurun.

“Sebenarnya kita paling banyak jual green been, peminatnya dari roastery itu harganya sekitaran Rp 31.000 untuk yang asalan sortir, kalau tahun kemarin kita jual Rp 27.000. Tapi, ini permintaan menurun,” katanya, Jumat (12/11/2021).

Baca: Menjadi Barista Tak Sekadar Seduh Kopi, Tapi Harus Bisa Ini

Selain menjual biji kopi mentah (green been coffee), Riyadi turut mengolah kopinya sendiri dalam bentuk kemasan. Harganya pun cenderung terjangkau, mulai harga Rp 15.000 -20.000 per kemasan, tergantung jenis kopinya.

“Untuk produk saya Bang Joy. Mulai dari produk premium, kopi lanang, natural, dan kopi mantab. Ini sesuai permintaan konsumen jadi cukup banyak,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Pati, kopi termasuk 10 besar komoditas unggulan di Pati. Dengan luas lahan sebesar 1.841,9 hektare, pada tahun 2020 hasil produksi kopi mencapai 1.294,1 ton kopi wose.

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...