Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kiri
Banner Kuping Kiri

RSUD RA Kartini Layani Konsultasi Kesehatan Mental Anak

Dokter Rines Harlen Theodora berada di ruang konsultasi kesehatan mental di RSUD RA Kartini Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini Jepara menilai ada banyak anak di Jepara yang mengalami kesehatan mental. Untuk itu, pihak rumah sakit menyiapkan layanan kesehatan mental bagi mereka.

Rines Harlen Theodora, dokter spesialis jiwa di RSUD RA Kartini, mengungkapkan bahwa rata-rata anak mengalami gangguan mental disebabkan karena ketergantungan pada gadget. Anak-anak tersebut biasanya cenderung lebih sensitif ketika berkomunikasi dengan banyak orang.

“Kita tahu, anak-anak sekarang jarang yang bisa bersosial dengan baik. Sebab, mereka lebih banyak bermain gadget. Tidak seperti zaman dulu, anak-anak sekarang lebih sensitif ketika berkomunikasi dengan orang lain. Dan itulah yang menjadi salah satu bentuk terganggunya kesehatan mental,” kata Rines, Jumat (12/11/2021).

Ketika ada anak yang mengalami gangguan mental semacam itu, atau bahkan lebih parah, Rines dan empat psikiater di RSUD RA Kartini mampu untuk memperbaiki kondisi anak-anak tersebut.

Selain melayani anak-anak, Rines juga menerima konsultasi dari berbagai kalangan. Sejauh ini, yang paling sering konsultasi adalah orang yang berkeinginan untuk mengadopsi anak orang lain.

Baca: Buaya Lepas Nyaris Masuk Permukiman Warga Jepara

Dalam konsultasi itu, calon pengadopsi akan dites apakah dia, secara mental benar-benar siap mengadopsi anak.

“Setiap bulan ada 20-an calon pengadopsi anak yang konsultasi ke kami. Jadi, hasil konsultasi itu menjadi rekomendasi bagi yang punya anak sebelum diserahkan kepada pengadopsi,” ujar dia.

Tak hanya untuk adopsi anak, Rines juga menerima banyak konsultasi dari pasangan yang akan bercerai dan mempermasalahkan hak asuh anak.

Hasil konsultasi tersebut akan menjadi catatan dan rekomendasi bagi pengadilan untuk menentukan hak asuh anak jatuh kepada ayah atau ibu.

“Kami juga menerima konsultasi dari pejabat publik misalnya, ada yang memiliki gangguan mental. Kami akan memperbaiki mental mereka,” imbuh Rines.

 

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...