Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

KONI Kudus Sebut Pencairan Bonus Atlet PON Tunggu Hal Ini

Atlet tarung derajat asal Kudus, Vinka Widyaningrum peraih medali perak di PON Papua. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus, Imam Triyanto memastikan atlet berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua segera mendapat bonu. Pencairannya menunggu kucuran dana dari Pemkab Kudus.

Menurut Imam Triyanto, pihaknya bakal dikucur dana yang bersumber dari anggaran Perubahan APBD 2021 sebesar Rp 3 miliar.

Besaran itu diperuntukkan bagi pembinaan 51 cabang olahraga di Kudus. Termasuk juga pemberian bonus bagi atlet yang meraih prestasi di PON Papua.

“Kami pastikan bonus untuk atlet PON ada. Perkiraan pertengahan bulan November ini. Karena kami juga menunggu anggaran perubahan,” kata Imam, Jumat (12/11/2021).

Baca: Raih Perak PON dan Alami Cedera, Atlet Kudus Tunggu Bonus

Imam melanjutkan, pemberian bonus juga tidak hanya untuk atlet berprestasi. Melainkan juga kepada wasit dan pelatih yang bertugas di PON XX Papua.

“Wasit dan pelatih nanti juga dapat. Tetapi besarannya kami belum dirinci,” ujarnya.

Pun dengan atlet yang terjun di PON besaran bonus yang diberikan bakal tidak sama. Atlet yang meraih medali emas, perak, atau perunggu bakal mendapatkan nominal bonus yang berbeda.

Baca: Bupati Kudus: Ada Bonus Kalau Meraih Medali

“Atlet juga beda-beda nanti dapatnya. Tetapi kami belum rincikan yang dapat emas bonusnya berapa, perak dan perunggu berapa. Tetapi yang jelas bonus tetap ada,” ujar Imam.

Diketahui, di gelaran PON XX Papua ada 12 atlet Kudus yang menyabet medali. Mereka berasal dari beberapa cabang olahraga. Di antaranya biliar, pencak silat, hoki indoor, voli putra, tarung derajat, wushu, gulat, dan bulu tangkis.

Secara keseluruhan, dari 12 atlet itu menyumbangkan tiga medali perak dan sebelas medali perunggu.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...