Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kader Muda NU Jepara Bersuara soal Konfercab

Gedung PCNU Jepara di Jalan Pemuda Nomor 1 Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)

MURIANEWS, Jepara – Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara menuai banyak tanggapan. Kali ini, giliran kader-kader muda NU Jepara yang bersuara terkait Konfercab yang dinilai bermasalah itu.

Kiai Syariful Wa’i, aktivis NU yang juga pengasuh Pondok Pesantren Athfal Islam Pecangaan Jepara mengatakan bahwa NU Jepara bergerak sangat dinamis. Generasi baru terus bertumbuh dan berdialektika dengan generasi sepuh.

Untuk itu, ia berharap agar organisasi berbasis keumatan seperti Nahdlatul Ulama terus bisa menjawab zaman dengan cara-cara yang efektif, tanpa kehilangan nilai-nilai luhur.

“Ruang lingkup gerak NU itu selalu terkait dengan dimensi akidah, jamiyah (keorganisasian), kepesantrenan pesantren, dan dimensi yang lebih luas, yaitu keumatan (raiyyah), khususnya nahdliyin. Konfercab adalah ruang strategis untuk mengelaborasi dimensi-dimensi tersebut, sekaligus siapa nanti yang pantas, mampu, dan terpilih untuk mengurus NU Jepara lima tahun mendatang,’’ katanya, Selasa (9/11/2021).

Terkait beredarnya sejumlah kandidat sosial, sejumlah kalangan aktivis NU dan kiai muda kini sedang mengomunikasikan KH Charis Rohman ke para sesepuh dan kiai NU untuk maju sebagai kandidat ketua tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara dalam konfercab nanti.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Jepara Gus Ahmad Sahil membenarkan hal itu.

“Ya, saya lihat sudah ada nama-nama yang muncul di media. Ada yang menarik karena lingkaran aktivis NU juga para kiai muda memunculkan Kiai Charis Rohman sebagai sosok yang tepat untuk diusung dalam Konfercab sebagai calon ketua tanfidziyah,’’ ujar Gus Sahil.

Nama Kiai Charis Rohman yang kini menjadi Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Mlonggo beredar luas sebagai salah satu kandidat kuat.

Baca: Konfercab PCNU Jepara Dipermasalahkan

Alumnus Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur ini dianggap sebagai “generasi segar” NU yang bisa mensinkronkan generasi muda dan sepuh di tubuh NU. Serta diyakini mampu bersinergi dengan para pemangku kebijakan untuk membawa Jamiyah ke ruang khidmah yang efektif.

“NU butuh generasi segar yang dapat mengurus NU tanpa beban-beban psikologis maupun beban-beban politis yang bisa menghambat. Saya melihat Kiai Charis yang masih berusia 46 tahun yang luwes ke anak-anak muda dan para sesepuh ini orang yang tepat,’’ jelas Gus Sahil.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri KH Zaenal Umam atau yang akrab disapa Gus Umam, mengatakan, NU tak bisa meninggalkan tradisi pesantren, bahkan sebaliknya harus memperkuat dan menjaganya.  Sebab, baginya NU adalah titik pangkal awal berdirinya yang berbasis pesantren.

“Ada ulama, santri, pondok pesantren, juga umat. Apalagi pendidikan, termasuk di dalamnya pondok pesantren menjadi salah satu prioritas urusan NU. Ini harus diperkuat dan dijaga,’’ tutur Gus Umam.

Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.