Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Siswa di Pati Cedera Otak karena Perundungan, Kepsek Buka Suara

Kepala sekolah menunjukkan surat pernyataan siswa yang melakukan perundungan. (MURIANEWS/Cholis Anwar)

MURIANEWS, Pati – Seorang siswa di Kabupaten Pati mengalami cedera otak dan dirawat di rumah sakit akibat aksi perundungan. Kepala sekolah (kepsek) siswa tersebut pun angkat suara mengenai kasus ini.

Korban perundungan itu diketahui sebagai siswa di MTs Mathali’ul Falah Desa Karangrejo, Kecamatan Pucakwangi, Pati.

Kepala MTs Mathali’ul Falah, Lasno membenarkan adanya kejadian itu.

Diceritakan, peristiwa perundungan itu terjadi pada saat peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Saat itu, pihak sekolah tengah mengadakan acara khatama Alquran dan selawatan bersama.

Para siswa pun banyak yang datang.

Menurutnya aksi perundungan terjadi saat korban berdiri di tengah acara selawatan.

Baca: Siswa di Pati Cedera Otak Diduga Jadi Korban Perundungan

Saat itu ada guru pendamping, namun menuutnya guru tidak melihat peristiwa perundungan. Pihak sekolah mengetahui setelah korban pulang ke rumah.

Menurut dia, usai kejadian, pihaknya telah memangil para pelaku dan orang tuanya. Sementara pihak korban saat itu sedang dirawat di RSUD Soewondo, sehingga tidak bisa datang ke sekolah.

“Usai kejadian, kami langsung memanggil pelaku dan orang tuanya. Kami minta keterangan dari mereka terkait kejadian yang sebenarnya. Pelaku juga mengakui kalau dia melakukan perundungan terhadap korban,” katanya, Selasa (9/11/2021).

Baca: Viral Siswi SD Baubau Jadi Korban Perundungan, Videonya Direkam Gurunya

Pada sata itu juga, lanjut Lasno, pelaku diminta untuk menbuat surat pernyataan, agar apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mereka siap menerima sanksi dari sekolah. Mereka juga siap mengeluarkan biaya perawatan.

“Kami juga memastikan kepada keluarga korban, untuk masalah biaya rumah sakit akan ditanggung oleh pihak sekolah. Setelah korban pulang dari rumah sakit, ibu korban juga menyerahkan bukti pembayaran. Saat itu juga langsung kami ganti uangnya,” ujarnya.

Baca: UMK Pati 2022 Naik atau Tidak? Ternyata…

Diakui, kondisi korban saat ini masih dalam proses pemulihan. Bahkan beberapa kali juga masih melakukan kontrol di rumah sakit.

Sementara para pelaku menurutnya, sudah didatangkan ke rumah korban untuk meminta maaf.

“Kalau pelaku melakukan hal serupa, mereka sudah siap untuk dikeluarkan. Tapi saat ini, baik dari keluarga korban maupun keluarga pelaku, semuanya sudah selesai. Bahkan kemarin kami juga sudah membuat surat pernyataan agar masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan,” terangnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.