Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Sukun Samping
Sukun Samping

Banyak Lansia Kudus Emoh Disuntik Vaksin Pfizer

DKK Kudus Tak Miliki Data Rinci Vaksinasi lansia
Tenaga kesehatan di Kudus melakukan vaksinasi Covid-19. (MURIANEWS/Vega Ma’arijil Ula)

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengalokasikan 40-an ribu dosis vaksin Pfizer untuk vaksinasi warga lanjut usia (lansia). Namun banyak lansia yang tidak mau disuntuk menggunakan vaksin jenis ini.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus memutuskan mengalokasikan sebagian vaksin jenis pfizer untuk kategori remaja.

Selain itu, penyuntikan vaksin jenis tersebut juga berpacu dengan masa kedaluwarsanya. Masa pakai vaksin pfizer sendiri akan berakhir di akhir bulan ini.

“Kami tidak bisa memakemkan ini untuk lansia saja jika melihat kondisi di lapangan di mana banyak lansia enggan divaksin, di sisi lain kami juga sedang berpacu dengan tanggal kedaluwarsa vaksin ini,” kata Kepala DKK Kudus Badai Ismoyo, Selasa (9/11/2021).

Walau demikian, DKK tetap akan memprioritaskan vaksinasi lansia. Baik dengan vaksin Pfizer maupun vaksin jenis Sinovac yang minim kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

“Nanti yang lansia akan kami kejar dengan Sinovac yang juga cukup banyak ketersediaan stoknya,” ujar Badai.

Baca: 42 Ribu Vaksin Pfizer di Kudus Cepat Kedaluwarsa, Ini Sebabnya

Sampai awal pekan ini, pihaknya belum bisa melaporkan sudah berapa persen vaksin tersebut sudah terserap. DKK, kata Badai, baru bisa memberikan keterangan awal pekan depan.

“Karena penginputannya memang dilakukan dua pekan sekali, maka baru bisa kami laporkan pekan depan,” lanjut Badai.

Walau demikian, pihaknya memastikan semua vaksin telah didistribusikan ke semua fasilitas kesehatan. Untuk kemudian bisa disuntikkan ke lansia, remaja, maupun masyarakat umum.

“Setidaknya pertengahan bulan ini vaksin Pfizer sudah beres,” imbuhnya.

Baca: Lansia di Kudus Segera Disuntik Vaksin Pfizer

Badai berharap, masyarakat Kudus tidak pilih-pilih vaksin Covid-19 ketika akan melakukan vaksinasi. Semua vaksin yang beredar pun dipastikan aman dan telah melalui uji medisnya masing-masing.

Bupati Kudus HM Hartopo sebelumnya juga menginstruksikan kepada semua camat untuk terus menggenjot vaksinasi di wilayahnya, terutama pada kategori lansia. Hal tersebut dilakukan agar Kabupaten Kudus bisa segera turun level ke PPKM Level 2.

Kudus sendiri, kini masih bercokol di PPKM Level 3 bersama sejumlah kabupaten lain di eks-Karisidenan Pati.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...