Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.

Kenali Gejala Hipotermia, Begini Pencegahan dan Penanganannya

Dua pendaki Gunung Lawu dievakuasi tim SAR usai dilaporkan mengalami hipotermia. (Tim SAR)

MURIANEWS, Kudus – Risiko hipotermia saat mendaki gunung selalu ada. Terakhir, tim SAR berhasil mengevakuasi dua pendaki yang mengalami hipotermia saat mendaki Gunung Lawu dalam kondisi selamat, Senin (8/11/2021). Lantas bagaimana cara mengenali gejala awal, pencegahan dan penanganan hipotermia? Simak ulasannya berikut ini.

Dikutip dari laman alodokter.com, hipotermia merupakan kondisi medis ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35oC. Tubuh memiliki suhu normal pada angka 37oC, jika suhu berada jauh di bawah angka itu, fungsi sistem saraf dan organ tubuh akan mengalami gangguan.

Hipotermia yang tidak segera ditangani akan berakibat fatal. Risiko gagal jantung, gangguan sistem pernapasan bahkan dapat berujung kematian jika seseorang terserang hipotermia tidak segera mendapat pertolongan.

Baca: Hipotermia, Dua Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Saat panas yang dihasilkan tubuh tidak sebanyak panas yang dikeluarkan, maka dapat berakibat hipotermia. Beberapa kondisi penyebab hipotermia antara lain; Terlalu lama berada di tempat dingin, mengenakan pakaian tipis saat cuaca dingin, terlalu lama mengenakan pakaian basah dan berada di dalam air terlalu lama.

Hipotermia dapat menyerang siapa saja. Akan tetapi terdapat faktor pendukung terjadinya hipotermia, diantaranya adalah;

Usia, bayi yang masih rentan akan mudah terserang hipotermia. Selain bayi, lansia juga memiliki risiko tinggi terkena hipotermia.

Faktor kelelahan juga dapat menjadi penyebab terjadinya hipotermia. Saat kelelahan, daya tahan tubuh yang lemah akan sangat rentan untuk terserang hipotermia.

Mengonsumsi alkohol memang lumrah untuk menghangatkan badan. Namun sifat alkohol yang akan menjadi dingin di dalam tubuh justru akan berakibat fatal karena mengundang bahaya seperti hipotermia. Selain alkohol, mengonsumsi obat-obatan terlarang juga dapat meningkatkan risiko terserang hipotermia.

Baca: Dehidrasi dan Hipotermia, Begini Kondisi Bayi yang Dibuang dengan Mulut Diplester di Wonogiri

Untuk mengantisipasi jika ada seseorang terserang hipotermia, berikut ini adalah gejala-gejalanya;

Kulit pucat dan terasa dingin ketika disentuh, mati rasa, seseorang akan menggigil dan respons menurun serta sulit diajak komunikasi, kesadaran menurun. Gejala selanjutnya terjadi sesak napas hingga melambatnya ritme napas dan jantung berdebar hingga denyut jantung melambat.

Apabila gejala itu telah terlihat, segera lakukan penanganan darurat. Tindakan awal adalah mencari denyut nadi dan pernapasan. Jika tidak ditemukan, lakukan tindakan resusitasi jantung paru (CPR) dan segera cari bantuan medis

Jika kondisi orang itu masih ditemukan denyut nadi, maka yang harus segera melakukan hal-hal berikut ini;

Yang pertama pindahkan dia ke tempat lebih kering dan hangat. Lakukan dengan hati -hati karena gerakan berlebihan dapat menyebabkan denyut jantungnya berhenti.

Baca: Diduga Kelelahan Hingga Hipotermia, Gadis 17 Tahun Digendong Turun dari Gunung Lawu

Jika pakaian yang dikenakannya basah, segera ganti dengan pakaian kering dan tutupi tubuhnya dengan selimut atau mantel tebal agar hangat.

Langkah selanjutnya, jika dalam kondisi sadar dan mampu menelan, berikan minuman hangat dan manis. Lalu beri kompres hangat dan kering untuk menghangatkan tubuh. Letakkan kompres di leher, dada, dan selangkangan. Hindari meletakkan kompres di lengan atau tungkai karena dapat menyebabkan darah dingin mengalir kembali ke jantung, paru-paru, dan otak.

Sebagai catatan, hindari penggunaan air panas, bantal pemanas, atau lampu pemanas untuk menghangatkan penderita hipotermia. Panas belebihan dapat merusak kulit dan menyebabkan detak jantung tidak teratur.

Lakukan pertolongan pertama pada korban dan pantau terus kondisinya hingga bantuan medis tiba. Setelah bantuan medis tiba, penderita hipotermia segera mendapat tindakan medis, seperti:

Baca: Diduga Hipotermia, Pendaki Gunung Slamet Meninggal Dunia

  1. Pemberian oksigen yang telah dilembapkan melalui masker atau selang hidung, untuk menghangatkan saluran pernapasan dan membantu meningkatkan suhu tubuh.
  2. Pemberian cairan infus yang telah dihangatkan.
  3. Penyedotan dan penghangatan darah, untuk kemudian dialirkan kembali ke dalam tubuh. Proses ini menggunakan mesin cuci darah.
  4. Pemberian cairan steril yang telah dihangatkan. Cairan steril ini dimasukkan ke dalam rongga perut menggunakan selang khusus.

Untuk mencegah terjadinya hipotermia, dapat dilakukan dengan langkah sederhana. Yang pertama menjaga tubuh agar tetap kering dan hindari menggunakan pakaian basah dalam waktu lama.

Selanjutnya gunakan pakaian tebal saat cuaca dingin. Cuaca gunung yang dingin memerlukan jaket dan pakaian yang tebal untuk menghindari terjadinya hipotermia. Topi, syal, sarung tangan, kaus kaki dan sepatu gunung juga dapat membantu mengurangi risiko terjadinya hipotermia saat di gunung,

Demi menjaga kehangatan tubuh, lakukan gerakan sederahana agar sirkulasi darah tetap terjaga. Selain itu hindari minuman mengandung alkohol maupun kafein.

 

Penulis: Loeby Galih Witantra
Editor: Supriyadi
Sumber: Alodokter.com,

Comments
Loading...